<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540</id><updated>2012-02-16T11:39:52.970-08:00</updated><category term='Nasihat'/><title type='text'>Gadis Melayu</title><subtitle type='html'>Goresan Kehidupan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540.post-1610552672423565627</id><published>2010-04-05T22:42:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T19:16:29.830-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>"HARGAI DIRI SENDIRI"</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://4.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S7rO9zVE9-I/AAAAAAAAAKE/f4y5QpEf9V0/s1600/kembang+kaembar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; width: 182px; float: left; height: 240px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456901459658733538" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S7rO9zVE9-I/AAAAAAAAAKE/f4y5QpEf9V0/s320/kembang+kaembar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style="font-family: georgia;"&gt;HARGAILAH ORANG LAIN SEPERTI KITA MENGHARGAI DIRI KITA SENDIRI"&lt;/b&gt;&lt;em  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pepatah di atas mungkin sudah tidak asing bagi kita. Menghargai orang lain itu perlu karena pada dasarnya setiap manusia memang mempunyai harga diri. Tidak ada orang normal yang tidak suka dihargai. Namun terkadang saking sibuknya kita menghargai orang lain, kita malah lupa menghargai diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;br /&gt;Tentu hal ini juga tidak benar kan???&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div face="arial" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Lalu bagaimana cara kita menghargai diri kita sendiri?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ada banyak cara untuk kita dapat menghargai diri kita sendiri. Namun yang paling sederhana dan mudah adalah dengan melakukan apa saja yang biasa kita lakukan kepada atau terhadap orang lain untuk menghargai orang tersebut. Tidak susah dan bisa dicoba sekarang juga kok.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;~ Tampil Pantas dan Sopan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke orang lain : kita selalu berdandan dan berpenampilan sebaik mungkin saat mau menemui orang yang kita hargai atau menghadiri acara yang penting.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke diri sendiri : cobalah untuk tampil sebaik mungkin kapan dan dimanapun kita, bahkan saat berada di rumah sekalipun. Berpenampilan baik disini maksudnya adalah berpenampilan sopan, sewajarnya dan sepantasnya sesuai dengan waktu dan tempat kita berada. Dengan berpenampilan pantas maka diri kita pun akan merasa nyaman dan lebih percaya diri, maka berarti kita telah menghargai diri kita sendiri. Hindari berpakaian terbuka karena itu hanya akan membuat orang menilai negatif kepada kita, yang juga berarti kita tidak menghargai diri kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;~ Istirahat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke orang lain : saat bersama teman pastinya kita tidak akan terus merongrong mereka hanya untuk sekedar mendengarkan curhatan kita, karena kita tau mereka juga lelah dan butuh istirahat. Kita juga tidak meyuruh si bibi bekerja 24jam non stop bukan. Atau mungkin juga kita tidak menelepon seseorang terlalu malam karena kita menghargai waktu istirahatnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke diri sendiri : cobalah hargai diri dengan memberi waktu pada diri sendiri untuk merasakan suasana tenang, bebas stres dan beristirahat dari segala beban yang mengganjal. Kasihan kan badan, pikiran dan perasaan kita yang harus terus merasa lelah dengan kesibukan harian atau stres terhadap suatu masalah. Namun bukan berarti lari dari tanggung jawab lho.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;~ Pintar "Jaga Mulut"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke orang lain : kita mungkin sangat jarang sekali atau bahkan tidak pernah memaki atau berkata kasar kepada orang lain. Selain untuk menghargai orang lain, hal tersebut juga sangat tidak sopan dan tentunya itu akan menyakiti perasaan mereka. Tentunya kita tidak mau itu terjadi bukan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke diri sendiri : nah anehnya kita selalu galak bahkan memaki diri sendiri, misalnya "Aku bodoh dan jelek banget yah!". Wahhh segeralah hentikan kebiasaan jelek tersebut. Jika memang kita kesal karena telah melakukan suatu kesalahan atau kecerobohan, cobalah untuk tidak mengatai diri kita bodoh atau goblok, tapi lebih baik katakan "aku masih harus banyak belajar" atau "lain kali aku harus lebih berhati-hati". Itu lebih baik bukan? Jika kita saja tidak bisa menghargai diri sendiri dengan mengatai dan menganggap buruk diri kita, bagaimana orang lain nantinya?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;~ Tepat Waktu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke orang lain : kita biasanya menghargai orang lain dengan berusaha untuk tepat waktu bila ada janji atau pertemuan. Selain karena tidak ingin membuat mereka kesal, kita juga tidak ingin membuang-buang percuma waktu mereka.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke diri sendiri : cobalah untuk tepat waktu juga terhadap hal-hal yang menyangkut kepentingan diri sendiri. Misalnya: makan tepat waktu, pergi beraktivitas tepat waktu, istirahat tepat waktu, dll. Hal ini selain untuk menghargai diri sendiri, juga agar kita tidak merasa panik atau terburu-buru dalam melakukan aktivitas.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;~ Beri Pujian atau Hadiah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke orang lain : kita biasanya selalu memuji kepada orang lain apabila mereka terlihat cantik/tampan, atau mungkin karena kita kagum dengan kepintaran mereka. Pujian juga biasa kita lontarkan kepada orang yang terlihat bersungguh-sungguh bekerja keras dalam suatu usaha meskipun belum tentu akan sukses. Begitu juga halnya dengan hadiah. Kita biasanya memberikan hadiah apakah itu berupa barang, pujian, ucapan, atau perlakuan istimewa kepada orang lain saat mereka ulang tahun atau berhasil melakukan sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke diri sendiri : cobalah belajar untuk memuji diri sendiri. Misalnya saat bercermin kita juga perlu mengatakan pada diri "Aku terlihat cantik/tampan hari ini". Atau memuji keberhasilan kita "Aku hebat karena berhasil meningkatkan kinerjaku". Begitu juga halnya dengan hadiah. Tidak ada salahnya kita memberi hadiah pada diri sendiri saat berhasil melakukan sesuatu. Misalnya dengan mentraktir diri sendiri makan, menonton DVD kesukaan, atau pergi berlibur. Walaupun terkesan sederhana dan tidak penting, namun hal ini bagus untuk menyenangkan diri, juga sebagai pemicu semangat untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Yang terpenting adalah puji dan hadiahi diri dengan penuh syukur kepada Sang Pencipta, namun juga tidak berlebihan agar tidak terkesan sombong.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;~ Memaafkan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke orang lain : kita biasanya akan menerima permintaan maaf orang lain meskipun mereka telah melakukan suatu kesalahan dan menyakiti hati kita. Disamping karena menghargai orang lain, hal ini bisa jadi karena memang mereka penting bagi kita, atau karena kita tidak ingin bermusuhan, atau juga karena kita menyadari betul bahwa mereka juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke diri sendiri : cobalah menghargai diri sendiri dengan tidak bersikap lebih keras atau sulit memaafkan diri sendiri saat menyadari bahwa kita telah melakukan suatu kesalahan. Hal ini juga tidak baik karena tanpa disadari kita telah menciptakan permusuhan dan membenci diri kita sendiri. Yang terpenting adalah selalu introspeksi diri untuk menjadi lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;~ Jadilah Pendukung&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke orang lain : kita biasanya akan menjadi pendukung teman ataupun orang lain saat mereka akan mengikuti suatu pertandingan atau kontes. Bahkan dengan semangat ikut membantu mempersiapkan segala keperluan yang mendukung usaha mereka, termasuk mempersiapkan segudang kata-kata penyemangat atau kata-kata hiburan jika seandainya mereka gagal.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Ke diri sendiri : cobalah untuk menjadi pendukung bagi diri sendiri dalam menggapai mimpi-mimpi kita. Siapkan berbagai 'ramuan' penyemangat bagi diri sendiri dan berbagai alternatif kegiatan yang sekiranya dapat mengembalikan semangat jika ternyata kita mengalami kegagalan. Jangan pernah menyerah dan putus asa. Bahkan jika perlu berteriaklah sekuatnya "AKU BISA! AKU PASTI BISA!"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8775663304185554540-1610552672423565627?l=apriza-iryani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/1610552672423565627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2010/04/hargai-diri-sendiri.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/1610552672423565627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/1610552672423565627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2010/04/hargai-diri-sendiri.html' title='&quot;HARGAI DIRI SENDIRI&quot;'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S7rO9zVE9-I/AAAAAAAAAKE/f4y5QpEf9V0/s72-c/kembang+kaembar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540.post-4276633808589625110</id><published>2010-03-24T05:56:00.000-07:00</published><updated>2010-03-26T23:00:21.721-07:00</updated><title type='text'>Cerita Untuk Sebuah Nama...</title><content type='html'>Mengapa jiwaku mesti bergetar&lt;br /&gt;Sedang musikpun manis kudengar&lt;br /&gt;Mungkin karena kulihat lagi&lt;br /&gt;Lentik bulu matamu&lt;br /&gt;Bibirmu dan rambutmu yang kau biarkan&lt;br /&gt;Jatuh berderai di keningmu&lt;br /&gt;Makin mengajakku terpana&lt;br /&gt;Kau goreskan gita cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mengapa harus jiwaku yang bergetar kala melihatmu disana. Lagu itu mengalun lagi, menambah haru jiwa padamu. Sungguh aku lihat engkau disana. Lengkap dengan bulu mata yang lentik, dan rambut panjangmu yang terikat. Aku terpana. Sungguh terpana. Semakin aku larut dalam pesonamu semakin aku menginginkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tak lepas aku memandangimu. Sedang kau bermain didepan kedua mataku ini. Kau masih ada disana dan menggoreskan sedikit rasa pada hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa aku mesti duduk disini&lt;br /&gt;Sedang kau tepat didepanku&lt;br /&gt;Mestinya ku berdiri berjalan kedepanmu&lt;br /&gt;Kusapa dan kunikmati wajahmu&lt;br /&gt;Atau kuisyaratkan cinta&lt;br /&gt;Tapi semua tak kulakukan&lt;br /&gt;Kata orang cinta mesti berkorban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa aku mesti duduk disini? Sudah memang takdirku hanya bisa duduk disini. Tepat dihadapanmu. Aku duduk hanya untuk melihatmu saja. Bukan menatap kosong pada layar LCD yang penuh angka-angka sialan itu. Aku hanya ingin duduk disini saja, melihatmu dari kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya aku berdiri lalu melangkah kehadapanmu. Kusapa dirimu lalu mulailah basa-basi yang selalu berakhir penuh tanya. Sambil bicara, tentunya akan kusisipkan semua cita yang ada untukmu. Semuanya hanya isyarat, entah kau bisa menangkapnya lalu menafsirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seperti yang sudah-sudah, aku tidak pernah melakukan itu. Aku menginginkanmu tapi tidak pernah berusaha untuk menunjukkannya. Aku hanya bisa seperti itu saja, menatapmu dari kejauhan dan terkadang cuma curi-curi pandang saja kala engkau ada didekatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dadaku mesti bergoncang&lt;br /&gt;Bila kusebutkan namamu&lt;br /&gt;Sedang kau diciptakan bukanlah untukku&lt;br /&gt;Itu pasti tapi aku tak mau perduli&lt;br /&gt;Sebab cinta bukan mesti bersatu&lt;br /&gt;Biar kucumbui bayanganmu&lt;br /&gt;Dan kusandarkan harapanku&lt;br /&gt;Jatuh berderai dikeningmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada getar yang terasa kala mendengar ataupun melihat namamu. Ada yang merasa, entah hatiku yang sebelah mana. Semuanya terasa begitu menggetarkan dengan sama getirnya dengan kehilangan yang paling menyakitkan sekalipun. Aku tidak pernah peduli engkau tahu apa tidak. Takdir pun sudah menyaratkan bahwa kau memanglah bukan untukku. Aku tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ini bisa dibilang cinta, apalagi yang akan aku katakan? Apa aku harus ikut-ikutan bilang, "Cinta tak selalu harus memiliki", "Mencintai tidak harus selalu memiliki", dll. Tidak, aku tidak akan seperti itu. Aku tahu engkau dan aku takkan bersatu maka kucukupkan sampai disini saja. Aku cukupkan untuk hanya merasakanmu lewat pertemuan-pertemuan kita yang selalu biasa seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang cinta punya bayangan, akan seperti apa jadinya? Tentu dunia ini akan penuh dengan bayang-bayang cinta yang wujudnya tidak terlihat tetapi bayang gelapnya terlihat. Untung saja cinta tidak pernah berbayang walau pernah berbekas. Karena itu pula, hanya akan kucumbui bayanganmu. Bayanganmu yang ada dikepalaku saja. Bayanganmu yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi malam. Adapun tentang harapan-harapan itu, akan kubiarkan mereka terbang larut bersama angin dan debu yang selalu menerpa wajahmu itu hingga mereka akhirnya jatuh berderai membelai keningmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By.....AB.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8775663304185554540-4276633808589625110?l=apriza-iryani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/4276633808589625110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2010/03/cerita-untuk-sebuah-nama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/4276633808589625110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/4276633808589625110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2010/03/cerita-untuk-sebuah-nama.html' title='Cerita Untuk Sebuah Nama...'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540.post-790454940657432851</id><published>2010-03-23T00:14:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T05:11:15.037-07:00</updated><title type='text'>Lubang di Hati</title><content type='html'>&lt;i&gt;Kubuka mata dan kulihat dunia&lt;br /&gt;Tlah kuterima anugerah cintaNya&lt;br /&gt;Tak pernah aku menyesali yang kupunya&lt;br /&gt;Tapi kusadari ada lubang dalam hati&lt;br /&gt;Kucari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini&lt;br /&gt;Kumenanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantunan lagu Lubang di Hati dari Letto mengiringi jauhnya pandanganku. Pandangan yang menyeruak seakan tak berujung. Selalu ada rasa yang berkecamuk di hati. Rasa yang menghadirkan lubang-lubang di hatiku yang semakin lama semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memikul sebuah harapan yang besar bisa dijadikan sebuah beban berat diatas pundak. Tapi dengan disokong sebuah dukungan dan motivasi akan menghasilkan sebuah semangat yang baru untuk menjalani dan membawa serta meraih harapan yang diberikan diatas pundak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terkadang aku terjatuh dalam kubangan tak berdaya dan keputusasaan. Hal ini sering terjadi disaat aku dalam masa labil, yaitu masa-masa yang sangat aku takutkan dalam hidupku, masa-masa dimana aku kehilangan semangat dan motivasi dalam menjalani, memikul, membawa, dan meraih harapan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK PERNAH ADA SEORANGPUN YANG BISA MEMBACA HATI DAN PIKIRANKU. KARENA ITULAH AKU SELALU MEMOTIVASI DIRIKU SENDIRI, SEBAB AKU... HANYALAH AKU DAN TUHANKU YANG TAU APA MAUKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Egois, kekanakan, pemarah, moodyan, ceroboh, cengeng. Kata-kata itu selalu menghantui pikiranku. Kata-kata yang selalu mereka berikan untukku. Mereka yang selalu menyerangku tanpa pernah memberiku sebuah kesempatan untuk bertanya pada mereka tentang diriku maupun tentang kesalahanku. Mereka yang selalu menyudutkanku dengan asumsiku yang selalu salah, dengan asumsi aku sebagai pembuat masalah, dan dengan asumsi aku tak pantas untuk dibenarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterpojokan dan kesendirian, aku sering menangis dan meronta untuk lepas dan mencari tahu penyebab dari semua ini. Tapi aku harus selalu berusaha untuk bangun dan bangkit melawan dan menjalani kenyataan hidup yang telah digariskan padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teruslah bermimpi dan jangan pernah menyerah meraih semua mimpi itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang telah tertanam kuat di dalam hati dan pikiranku. Kalimat ampuh untuk memberikan motivasi pada diriku. Kalimat mujarab bagiku disaat aku terjatuh. Kalimat yang mampu membuat aku terus bermimpi dan gigih dalam meraih mimpi-mimpi itu yang nantinya akan menjadi sebuah hadiah berharga bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kumengira hanya dialah obatnya&lt;br /&gt;Tapi kusadari bukan itu yang kucari&lt;br /&gt;Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan&lt;br /&gt;Dan kuyakin kau tak ingin aku berhenti&lt;br /&gt;Apakah itu kamu apakah itu dia&lt;br /&gt;Selama ini kucari tanpa henti&lt;br /&gt;Apakah itu cinta apakah itu cita&lt;br /&gt;Yang mampu melengkapi lubang didalam hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...masih diiringi lantunan lagu Lubang di Hati milik Letto, kupejamkan mataku untuk beberapa saat. Aku melihat banyak sekali lubang di dalam hati. Tapi aku tersenyum untuk itu. Karena aku telah membiarkan hatiku kosong sampai aku merasakan bahwa lubang itu telah tertutup&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8775663304185554540-790454940657432851?l=apriza-iryani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/790454940657432851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2010/03/lubang-di-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/790454940657432851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/790454940657432851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2010/03/lubang-di-hati.html' title='Lubang di Hati'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540.post-1858391601619211248</id><published>2010-01-04T21:51:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T22:46:00.094-08:00</updated><title type='text'>Dilema...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S0LUJyXbqmI/AAAAAAAAAGI/-XqWhz2kwII/s1600-h/muslimah-bimbang.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 211px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S0LUJyXbqmI/AAAAAAAAAGI/-XqWhz2kwII/s320/muslimah-bimbang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423130165911464546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oaaaahhhh.... Kubuka mata dari tidurku yang lelap, memandangi sekeliling kamarku. Tak ada yang berubah, semua sama berantakannya seperti biasa. Hmm... Dinginnya hawa pagi membuatku malas beranjak dari tempat tidurku, seakan masih ingin menikmati empuknya peraduanku ini. Ku termangu merenung sejenak akan perjalanan hidup yang aku alami. Ahh.. berharap tak ada lagi air mata dan kesedihan dalam hidupku. Yang aku pikirkan sekarang hanya bagaimana aku bahagia tanpa peduli apapun yang orang katakan. Egois!!! Ya, mungkin itulah aku yang sekarang. Seakan lelah dengan semua kesabaran yang aku miliki. Lelah mencoba mengerti perasaan orang lain. Lelah mengorbankan hati untuk kebahagiaan orang lain. Lelah untuk selalu mengalah. Lelah untuk selalu bersikap baik kepada orang lain. Lelah dan lelah. Aku juga punya hati. Apakah aku juga tidak pantas untuk diperlakukan dengan baik???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkah aku dengan diriku yang sekarang??? Ya, mungkin bagi sebagian besar orang akan mengatakan aku salah. Tapi apakah mereka tau seberapa besar pengorbananku selama ini hanya demi orang lain, orang yang pada kenyataannya tidak pernah menghargai apa yang aku lakukan. Bukannya aku mengharapkan imbalan ataupun balasan dari apa yang aku lakukan, tapi tidakkah bisa sedikit saja untuk menjaga hati dan perasaanku. Cuma itu... ya cuma itu yang aku mau...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Hmm... kualihkan pandanganku pada jam dinding kamarku. Oh God.. pukul 06.30!!! Kuberlari beranjak dari tempat tidurku, menyambar handuk bergegas mandi, dan bersiap-siap menghadapi rutinitas harianku yang membosankan. Selesai bersiap-siap, aku pun bergegas memanaskan sepeda motor matic yang kubeli dari hasil jerih payahku. Tanpa menunggu terlalu lama kutarik gas dengan kecepatan yang lumayan tinggi menuju jalanan yang masih lengang setelah libur panjang akhir tahun. Jangan telat.. jangan telat.. ahh itu yang aku pikirkan sepanjang perjalanan menuju kantor. Jangan sampai aku dapat surat peringatan hanya gara-gara keteledoranku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah... pas sekali waktunya. Setelah kuparkirkan sepeda motor, ku berlari kecil langsung menuju lapangan apel pagi. Ufftt... lega... nyaris saja telat. Kupandangi wajah-wajah rekan kerjaku yang ceria dan penuh senyuman. Ada sedikit terbersit rasa iri melihat keceriaan mereka yang seakan tiada beban menjalani hidupnya. Tapi aku??? Aaah... senyum ini benar-benar dipaksakan untuk menutupi hati yang penuh dengan tangisan. Tidak!!! Aku tidak boleh begini. Bukankah aku sudah tidak ingin menangis lagi? Aku harus semangat, optimis menjalani kehidupanku lagi. HARUS!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku duduk mematung didepan layar monitor flat 20inchi di ruang kerjaku. Hmm.. gak tau harus memulai kerja darimana, masih terbawa suasana liburan akhir tahun. Setelah 30 menit berdiam diri, akhirnya kuputuskan untuk mengerjakan hal-hal yang ringan yang tidak terlalu menguras otak untuk hari ini. Yah.. hanya sekedar merekap dokumen-dokumen bukti transaksi. Hanya dalam waktu 2 jam aku berhasil menyelesaikan rekap dokumen untuk 2 bulan. So, apa lagi??? Mau mengerjakan laporan akhir tahun juga masih belum bisa karena dokumen belum lengkap. Akhirnya aku kembali hanya bisa merenung didepan layar monitorku sambil mendengarkan mp3 lagu-lagu sendu yang sengaja aku putar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiranku kembali melayang. Memikirkan kebahagiaan bersama cintaku yang telah kembali. Aku bahagia, tapi.. ahh.. kristal bening itu kembali jatuh di pelupuk mataku. Cintaku memang kembali, tapi aku kehilangan sahabatku. Aku dilema...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah... mengapa aku harus selalu dihadapkan pada masalah yang penuh dengan dilema seperti ini. Selalu didalam hidupku terjadi konflik batin seperti ini. Aku lelah dengan ini semua. Aku benci untuk selalu menjadi orang yang sabar. Tidakkah boleh sekali saja aku mengecap ketenangan hidup. Tidakkah boleh sekali saja aku merasakan kebahagiaan seperti yang aku inginkan. Tidakkah boleh sekali saja aku menginginkan orang mengerti diriku. Ataukah memang aku ditakdirkan untuk menjadi orang yang selalu sabar, namun penuh dengan airmata. Jika ini nantinya membawaku kepada kebahagiaan yang abadi, okelah aku ikhlas menerima semua jalan ini dengan hati yang lapang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8775663304185554540-1858391601619211248?l=apriza-iryani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/1858391601619211248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2010/01/oaaaahhhh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/1858391601619211248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/1858391601619211248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2010/01/oaaaahhhh.html' title='Dilema...'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S0LUJyXbqmI/AAAAAAAAAGI/-XqWhz2kwII/s72-c/muslimah-bimbang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540.post-523760948184860871</id><published>2009-12-22T08:18:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T12:44:54.146-08:00</updated><title type='text'>Ya Allah...</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Ya Allah... Aku rapuh...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Entah hari yang keberapa ini aku tidak tidur. Ada apa denganku? Permasalahan yang ku hadapi akhir-akhir ini benar-benar membuatku sangat terpukul. Seumur hidupku seberat apapun masalah yang ku hadapi tidak pernah aku serapuh ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Ya Allah... Aku lemah...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Aku seakan tidak kuasa membawa diriku ini. Ada apa denganku? Setiap aktivitas yang aku lakukan semua terbengkalai. Aku seakan tidak peduli akan tanggung jawab terhadap pekerjaanku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Ya Allah... Aku hancur...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Aku seakan kehilangan diriku sendiri. Ada apa denganku? Aku yang dikenal selalu sabar dan ceria menghilang entah kemana. Aku menjadi seorang yang depresi dan cengeng.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Ya Allah... Aku menangis...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Entah berapa banyak sudah air mata jatuh di pipiku. Ada apa denganku? Setiap waktuku saat ini hanya penuh dengan tangisan. Aku menangis seolah keikhlasan telah hilang dari diriku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Ya Allah... Ya Allah... Ya Allah...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Inikah ujianMu kepadaku? Ataukah ini hukumanMu kepadaku? Jika memang ini ujianMu bantulah aku agar aku dapat lulus dengan nilai terbaik. Jika ini hukumanMu bantulah aku agar dapat selalu introspeksi dan memperbaiki diri atas apa yang aku lakukan. KARENA AKU INGIN MENJADI UMATMU YANG BAIK YANG ENGKAU SAYANGI.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8775663304185554540-523760948184860871?l=apriza-iryani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/523760948184860871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/12/ya-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/523760948184860871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/523760948184860871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/12/ya-allah.html' title='Ya Allah...'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540.post-4249655719855641778</id><published>2009-12-18T15:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T16:38:38.168-08:00</updated><title type='text'>TENTANG WANITA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SywfNZsZLbI/AAAAAAAAAF4/_I7HwOV0l-8/s1600-h/wanita.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 139px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SywfNZsZLbI/AAAAAAAAAF4/_I7HwOV0l-8/s320/wanita.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416738766915710386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat datang dan bertanya,”Mengapa begitu lama, Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menjawab: “Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?. 2 Tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat itu takjub. “Hanya dengan dua tangan? ....impossible !!“ "Dan itu model standard?! Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. Tidak, SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit SAYA”. “O yah… Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita - ciptaan TUHAN itu. “Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia bisa berpikir?”, tanya malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menjawab: “Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat itu menyentuh dagunya.... “TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah &amp; rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu bukan lelah atau rapuh . . . . itu air mata”, koreksi TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk apa?”, tanya malaikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN melanjutkan: “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN” kata malaikat. “ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita - ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya mestii . . . !&lt;br /&gt;Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki.&lt;br /&gt;Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki.&lt;br /&gt;Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.&lt;br /&gt;Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.&lt;br /&gt;Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.&lt;br /&gt;Dia berkorban demi orang yang dicintainya.&lt;br /&gt;Mampu berdiri melawan ketidakadilan.&lt;br /&gt;Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik.&lt;br /&gt;Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.&lt;br /&gt;Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.&lt;br /&gt;Cintanya tanpa syarat.&lt;br /&gt;Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.&lt;br /&gt;Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa .&lt;br /&gt;Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.&lt;br /&gt;Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.&lt;br /&gt;Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;....DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________________________________&lt;br /&gt;Didedikasikan untuk semua wanita....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8775663304185554540-4249655719855641778?l=apriza-iryani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/4249655719855641778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/12/tentang-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/4249655719855641778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/4249655719855641778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/12/tentang-wanita.html' title='TENTANG WANITA'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SywfNZsZLbI/AAAAAAAAAF4/_I7HwOV0l-8/s72-c/wanita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540.post-4926167297091475004</id><published>2009-12-14T13:20:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T14:46:06.927-08:00</updated><title type='text'>Penantian Cinta Gadis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/Sya5HgZP9AI/AAAAAAAAAFQ/fLcWApICWKE/s1600-h/crying_girl.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/Sya5HgZP9AI/AAAAAAAAAFQ/fLcWApICWKE/s200/crying_girl.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415219140565660674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;Fajar kembali akan terbit. Tapi Gadis tetap terpaku didepan layar monitor komputernya. Entah hari yang keberapa Gadis hanya bisa terpaku dengan linangan air mata di pipinya. Gadis menanti... menanti yang dia sendiri tidak tau pasti apakah penantian itu akan membuahkan hasil, karena yang dinanti Gadis adalah cinta... cintanya yang mulai menjauh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis bimbang, ada tanda tanya besar dihatinya. Kemana cintanya? Mengapa cintanya menjauh? Apa salahnya Gadis? Tak ada yang mampu menjawab. Segala usaha Gadis untuk mencari jawaban cintanya seakan tak pernah ada hasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Gadis tetap sabar. Ia teringat akan kalimat yang pernah dibacanya mengenai makna cinta... &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia, adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata -Aku turut berbahagia untukmu-"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah ketegarannya Gadis kembali menitikkan air matanya. Ada apa lagi? Gadis kembali rapuh mengingat cintanya. Ia berpikir, bukankah cinta tak harus berwujud bunga? Namun cinta perlu perhatian dan kepastian. Bagaimana mungkin dia mendapatinya jika segala usaha mencari kepastian cintanya tiada membuahkan hasil.&lt;br /&gt;Gadis harus bagaimana???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis mulai menghamparkan sajadahnya. Memohon kepada Rabb-nya agar ditunjukkan jalan menuju cintanya yang menjauh, cinta yang diberikannya dengan tulus, ikhlas dan sepenuh hati. Sekarang Gadis hanya pasrah, menanti kepastian status cintanya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8775663304185554540-4926167297091475004?l=apriza-iryani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/4926167297091475004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/12/penantian-cinta-gadis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/4926167297091475004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/4926167297091475004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/12/penantian-cinta-gadis.html' title='Penantian Cinta Gadis'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/Sya5HgZP9AI/AAAAAAAAAFQ/fLcWApICWKE/s72-c/crying_girl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540.post-607827617875614294</id><published>2009-09-11T23:09:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T23:48:50.776-07:00</updated><title type='text'>BOCAH MISTERIUS DI BULAN RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SqtDQ6DPpkI/AAAAAAAAAFI/QCZ8FEvO0rY/s1600-h/28340929.darkboy2rs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 171px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SqtDQ6DPpkI/AAAAAAAAAFI/QCZ8FEvO0rY/s200/28340929.darkboy2rs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380468137564022338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cerita ini saya dapatkan dari membaca email ayah saya yang dikirimkan oleh seseorang. Setelah membaca isinya, Masya Allah, begitu banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari cerita ini. Hal inilah kemudian yang menarik saya untuk dapat berbagi cerita kepada teman-teman semua. Semoga bermanfaat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;....................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-ana remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan. Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya. Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampung mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga. Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan akan matanya akan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tangannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman&lt;br /&gt;lebih tajam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa? Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis? Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?! Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?” Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba. “Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja. Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri? Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.&lt;br /&gt;Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…!&lt;br /&gt;Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?&lt;br /&gt;Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih?&lt;br /&gt;Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?&lt;br /&gt;Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?&lt;br /&gt;Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan…, jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong. Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman! Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak. Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang. Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8775663304185554540-607827617875614294?l=apriza-iryani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/607827617875614294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/09/bocah-misterius-di-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/607827617875614294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/607827617875614294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/09/bocah-misterius-di-bulan-ramadhan.html' title='BOCAH MISTERIUS DI BULAN RAMADHAN'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SqtDQ6DPpkI/AAAAAAAAAFI/QCZ8FEvO0rY/s72-c/28340929.darkboy2rs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540.post-6437967936659090177</id><published>2009-07-24T16:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T16:27:18.695-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Puisi Menjadi Sarjana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmpCwWIHovI/AAAAAAAAAEc/mYNytWwaz_c/s1600-h/toga.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmpCwWIHovI/AAAAAAAAAEc/mYNytWwaz_c/s320/toga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362171704678785778" /&gt;&lt;/a&gt;My Dear…&lt;br /&gt;Tak terasa&lt;br /&gt;beberapa tahun sudah&lt;br /&gt;Hari-hari kuliah kau lewati,&lt;br /&gt;Praktikum,&lt;br /&gt;Praktek lapang,&lt;br /&gt;Penelitian,&lt;br /&gt;Seminar, dan&lt;br /&gt;Sidang engkau lewati&lt;br /&gt;Akhirnya…&lt;br /&gt;Hari ini engkau pun wisuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis bahagia, senyum mengembang, mata berbinar, wajah berseri nampak didirimu&lt;br /&gt;Ucapan selamat dan peluk mesra&lt;br /&gt;Dari Ayah dan Ibu, sanak keluarga, teman kuliah, kawan terdekat dan sahabat&lt;br /&gt;Menambah haru birunya hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak kenangan yang pernah telah dilalui&lt;br /&gt;Suka, duka, tangis dan tawa selama kuliah&lt;br /&gt;Biarlah semua itu menjadi memory yang tak terlupakan &lt;br /&gt;Yang akan menjadi cerita buat anak cucu kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah berjuang!&lt;br /&gt;Dimanapun engkau berada&lt;br /&gt;Selamat!&lt;br /&gt;Buktikan engkau mampu menjadi generasi terbaik untuk bangsa ini&lt;br /&gt;Dengan gelar sarjanamu&lt;br /&gt;Walaupun kita kan berpisah&lt;br /&gt;Oleh jarak dan waktu&lt;br /&gt;Tapi, ingatlah saat-saat indah yang pernah kita jalani&lt;br /&gt;Selamat yah, karena hari ini tepat 25 July 2009 Adalah hari istimewamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedicated to: Apriza iryani &lt;br /&gt;By Yurri Alenichev&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8775663304185554540-6437967936659090177?l=apriza-iryani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/6437967936659090177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/07/sebuah-puisi-menjadi-sarjana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/6437967936659090177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/6437967936659090177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/07/sebuah-puisi-menjadi-sarjana.html' title='Sebuah Puisi Menjadi Sarjana'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmpCwWIHovI/AAAAAAAAAEc/mYNytWwaz_c/s72-c/toga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540.post-1350545917169573847</id><published>2009-07-24T03:20:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T03:23:17.682-07:00</updated><title type='text'>4 Things U can not take back</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmmLhpRU_1I/AAAAAAAAAEU/j0G9lYrW9j0/s1600-h/at+the+office.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmmLhpRU_1I/AAAAAAAAAEU/j0G9lYrW9j0/s320/at+the+office.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361970241491763026" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang gadis muda menunggu penerbangannya di ruang tunggu sebuah bandara yang super sibuk,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena harus menunggu berjam-jam, dia memutuskan membeli sebuah buku untuk menghabiskan waktunya. Dia juga membeli sebungkus kue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia duduk di kursi bersandaran tangan, di ruang VIP bandara, untuk istirahat dan membaca dengan tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi sandaran tangan di mana kue terletak, seorang laki-laki duduk di kursi sebelah, membuka majalah dan mulai membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia mengambil kue pertama, laki-laki itu juga turut mengambil. Si gadis merasa gemas tapi tidak berkata apa-apa. Dia hanya berpikir:&lt;br /&gt;“Lancang benar! Bila saya nggak sabaran sudah kugebuk dia untuk kenekatannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk setiap kue yang dia ambil, laki-laki itu turut mengambil satu.&lt;br /&gt;Ini sangatlah membuatnya marah namun si gadis tak ingin sampai timbul kegaduhan di ruang itu&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika tinggal satu kue yang tersisa si gadis mulai berpikir:&lt;br /&gt;“Aha…bakal ngapain sekarang orang yang nggak sopan ini?”&lt;br /&gt;Lalu, laki-laki itu mengambil kue yang tersisa, membaginya dua, lalu memberikan yang separuh padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar keterlaluan!&lt;br /&gt;Si gadis benar-benar marah besar sekarang!&lt;br /&gt;Dalam kemarahannya, dia mengakhiri bukunya, dikemasnya barangnya lalu bergegas ke tempat boarding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sudah duduk di seat-nya, di dalam pesawat, dia merogoh tasnya untuk mengambil kacamata, dan…., dia sontak terkejut, sebungkus kuenya masih ada di dalam tas, tak tersentuh, tak terbuka! Dia merasa sangat malu!! Dia sadar telah keliru…&lt;br /&gt;Dia lupa kalau kuenya masih tersimpan di dalam tas. Laki-laki tadi telah berbagi kue dengannya, tanpa merasa marah atau sengit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…ketika si gadis amat marah, berpikir bahwa ia telah berbagi kue dengan laki-laki itu. Dan kini tidak ada lagi kesempatan untuk menerangkan kelalaiannya..,juga untuk meminta maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moril dari kisah ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 4 hal yang tak dapat kembali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Batu…&lt;br /&gt;setelah ia dilontarkan!!&lt;br /&gt;2. Kata…&lt;br /&gt;…setelah ia diucapkan!&lt;br /&gt;3. Kesempatan…&lt;br /&gt;…setelah ia hilang!&lt;br /&gt;4. Waktu&lt;br /&gt;Setelah ia berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai disana engkau yang baik,pernakah seseorang mengatakan seberapa spesialnya dirimu? Cahaya yang engkau pancarkan bahkan serupa dengan cahya bintang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernakah orang mengatakan pada dirimu betapa pentingnya dirimu mengembangkan rumangsanya.Seseorang di sana menungging senyum di hati. Tandanya sayang yang begitu nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernakah seseorang mengatakan padamu bahwa seringkali ketika mereka merasa sedih e-mail-mu membuatnya sedikit tersenyum, sebagai tandanya ia senang. Untuk waktu yang engkau gunakan mengirim pesan dan berbagi apa saja yang engkau temukan, tak perlu ada ucap balik terimakasih yang ditunggu, tapi setidaknya seseorang akan berpikir, mmm.. engkau sedang baik-baik saja.  Pernakah seseorang mengatakan seberapa sukanya ia padamu? Baiklah temanku yang baik, hari ini aku mau bilang padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa aku percaya tanpa teman dan keluarga engkau akan kehilangan banyak hal!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga harimu menyenangkan, dan saya senang kita berteman!!!&lt;br /&gt;HOPE YOU HAVE A GREAT DAY...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Yurri Alenichev &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8775663304185554540-1350545917169573847?l=apriza-iryani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/1350545917169573847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/07/4-things-u-can-not-take-back.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/1350545917169573847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/1350545917169573847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/07/4-things-u-can-not-take-back.html' title='4 Things U can not take back'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmmLhpRU_1I/AAAAAAAAAEU/j0G9lYrW9j0/s72-c/at+the+office.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540.post-7108480239514587072</id><published>2009-07-24T03:10:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T03:13:30.322-07:00</updated><title type='text'>TEMAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmmJOJyJJII/AAAAAAAAAEM/BVWOsU7ABLw/s1600-h/bAgGgUzSt..(290).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmmJOJyJJII/AAAAAAAAAEM/BVWOsU7ABLw/s320/bAgGgUzSt..(290).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361967707598693506" /&gt;&lt;/a&gt;Teman,&lt;br /&gt;kata sederhana yang tidak mudah ditemukan dalam kenyataan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman,&lt;br /&gt;tak semua yang dekat bisa berlabelkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman,&lt;br /&gt;ada kerinduan untuk selalu dapat bertemu dengan sosok sepertinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kau temukan seseorang yang&lt;br /&gt;senantiasa setia di sisimu&lt;br /&gt;kala kau jatuh dan hilang asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kau dapati sesosok makhluk&lt;br /&gt;yang selalu tahan mendengar kisahmu&lt;br /&gt;kala angin membawa berita-berita busuk tentangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah handphone berdering di tengah malam,&lt;br /&gt;hanya untuk sebuah kalimat pendek&lt;br /&gt;"Apa Kabar Imanmu Malam ini ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kau tangkap butiran air mata&lt;br /&gt;yang disembunyikan, sehabis doa panjang&lt;br /&gt;yang padanya terselip namamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : Yurri_alenichev&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah teman sejatimu&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8775663304185554540-7108480239514587072?l=apriza-iryani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/7108480239514587072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/07/teman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/7108480239514587072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/7108480239514587072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/07/teman.html' title='TEMAN'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmmJOJyJJII/AAAAAAAAAEM/BVWOsU7ABLw/s72-c/bAgGgUzSt..(290).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540.post-6762720474811527158</id><published>2009-07-24T03:03:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T03:07:56.196-07:00</updated><title type='text'>Hujan Dan Dirimu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmmH6zbhwOI/AAAAAAAAAEE/NiKafvYRbbA/s1600-h/yurri1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmmH6zbhwOI/AAAAAAAAAEE/NiKafvYRbbA/s320/yurri1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361966275669115106" /&gt;&lt;/a&gt;Tik! Tik! Tik!&lt;br /&gt;Air hujan belum juga berhenti menjatuhi tubuhku dengan jarum-jarumnya Yang bening, basah dingin. Dan bulir-bulirnya mengalir di seluruh sudut wajahku. Tiba-tiba aku jadi ingat kamu. Yang tak pernah berhenti menghujaniku Dengan salam sms dan suaramu. Hangat lagi indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciplak! Ciplak! ciplak!&lt;br /&gt;Sepasang kaki kecil berlari didepanku. Tanpa disengaja air percikannya mengotori separuh kemejaku.&lt;br /&gt;Kemeja putihku.&lt;br /&gt;Sama putihnya dengan rasa rindu yang ada di dalam hatiku saat ini.&lt;br /&gt;Aku jadi ingat kamu lagi. Yang tak pernah puas memercikan rindu-rindu di dalam jiwaku. Manis dan megah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening…&lt;br /&gt;Kutelusuri hari-hari ini sendirian. Menguak kerumunan tawa di depan mata. Membelah sekumpulan tawa anak-anak kecil yang berlarian di tengah hujan. Seakan tak ingat pesan ibunda yang melarang dirinya bermain di bawah siraman air hujan. Yang ada Cuma tawa riang penuh kemenangan. Ada luka di kaki dan tangan. Tapi mereka tak acuh, tak pedulikan apa-apa.&lt;br /&gt;Ah…, aku jadi ingat bekas lukamu di kaki dan tangan yang bisa membawa cerita untuk dikenang nanti. Suatu saat nanti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tempat berteduh di ujung sana setengah berlari aku mendekat duduk beralaskan plastik setengah kering. Kuambil kertas dan pena dari saku yang mulai terasa basah. Dan ingin menulis tentang kamu.&lt;br /&gt;Semuanya tentang kamu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……………… karna memang cuma kamu yang ada dikepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : Yurri Alenichev&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8775663304185554540-6762720474811527158?l=apriza-iryani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/6762720474811527158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/07/hujan-dan-dirimu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/6762720474811527158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/6762720474811527158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/07/hujan-dan-dirimu.html' title='Hujan Dan Dirimu'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmmH6zbhwOI/AAAAAAAAAEE/NiKafvYRbbA/s72-c/yurri1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8775663304185554540.post-6725241422722320043</id><published>2009-07-23T10:45:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T10:48:51.295-07:00</updated><title type='text'>Mencintai seseorang bukan hal yang mudah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmiidU9iZbI/AAAAAAAAAD8/6bmYeXvuOyY/s1600-h/couple_silouette.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmiidU9iZbI/AAAAAAAAAD8/6bmYeXvuOyY/s320/couple_silouette.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361713981111297458" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya, mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan.&lt;br /&gt;Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani.&lt;br /&gt;Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal.&lt;br /&gt;Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.&lt;br /&gt;Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.&lt;br /&gt;Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.&lt;br /&gt;Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan “apa kabar…”&lt;br /&gt;Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.&lt;br /&gt;Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..&lt;br /&gt;Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya.&lt;br /&gt;Lelah dan lelah dan lelah..&lt;br /&gt;Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih..&lt;br /&gt;Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.&lt;br /&gt;Diam untuk mencatat segala yang terjadi.&lt;br /&gt;Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.&lt;br /&gt;Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.&lt;br /&gt;Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya “apakah aku cukup pantas?”&lt;br /&gt;Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.&lt;br /&gt;Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah..&lt;br /&gt;Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,&lt;br /&gt;lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir yang lebih logis.&lt;br /&gt;Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.&lt;br /&gt;Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.&lt;br /&gt;Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan&lt;br /&gt;Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup&lt;br /&gt;Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi&lt;br /&gt;Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi&lt;br /&gt;Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.&lt;br /&gt;Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak.&lt;br /&gt;Namun itu pula yang saya rasakan selama hampir lebih dari 1 tahun.&lt;br /&gt;Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini, ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.&lt;br /&gt;Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.&lt;br /&gt;Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam.&lt;br /&gt;Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal&lt;br /&gt;Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.&lt;br /&gt;Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.&lt;br /&gt;Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan “Aku mencintaimu”&lt;br /&gt;Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.&lt;br /&gt;Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan “aku baik – baik saja”&lt;br /&gt;Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.&lt;br /&gt;Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang paling pantas.&lt;br /&gt;Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut, akan menjadi lebih bermakna,&lt;br /&gt;karena saya diteguhkan dus menjadi berkat atas segala rasa perih yang senantiasa ada didalam diri.&lt;br /&gt;Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup..&lt;br /&gt;Bahwa mencintai seseorang itu seperti memanggul sebuah salib.&lt;br /&gt;Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.&lt;br /&gt;Bahwa saya juga bukan manusia super..&lt;br /&gt;Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari.&lt;br /&gt;Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat.&lt;br /&gt;Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai..&lt;br /&gt;Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang..&lt;br /&gt;Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa..&lt;br /&gt;Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar..&lt;br /&gt;Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup..&lt;br /&gt;Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,&lt;br /&gt;Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.&lt;br /&gt;Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.&lt;br /&gt;Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin.&lt;br /&gt;Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan&lt;br /&gt;Dimana saya tidak berani untuk mengatakan “Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya, hanya untuk kita berdua saja”&lt;br /&gt;Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,&lt;br /&gt;Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.&lt;br /&gt;Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.&lt;br /&gt;Semoga saya bisa.&lt;br /&gt;Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya&lt;br /&gt;Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam&lt;br /&gt;Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya.&lt;br /&gt;Saya sadar ini adalah sebuah salib yang harus saya pikul.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan&lt;br /&gt;Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat dalam.&lt;br /&gt;Dari saya yang akan selalu mencintaimu dalam diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : Yurri Alenichev&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8775663304185554540-6725241422722320043?l=apriza-iryani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/feeds/6725241422722320043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/07/mencintai-seseorang-bukan-hal-yang_23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/6725241422722320043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8775663304185554540/posts/default/6725241422722320043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apriza-iryani.blogspot.com/2009/07/mencintai-seseorang-bukan-hal-yang_23.html' title='Mencintai seseorang bukan hal yang mudah'/><author><name>Gadis Melayu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/S6gEa7WcHnI/AAAAAAAAAGs/RMyAaTp5Hqs/S220/Muslimah+salam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__w5NEuMrEYQ/SmiidU9iZbI/AAAAAAAAAD8/6bmYeXvuOyY/s72-c/couple_silouette.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
