Mengapa jiwaku mesti bergetar
Sedang musikpun manis kudengar
Mungkin karena kulihat lagi
Lentik bulu matamu
Bibirmu dan rambutmu yang kau biarkan
Jatuh berderai di keningmu
Makin mengajakku terpana
Kau goreskan gita cinta
Ya, mengapa harus jiwaku yang bergetar kala melihatmu disana. Lagu itu mengalun lagi, menambah haru jiwa padamu. Sungguh aku lihat engkau disana. Lengkap dengan bulu mata yang lentik, dan rambut panjangmu yang terikat. Aku terpana. Sungguh terpana. Semakin aku larut dalam pesonamu semakin aku menginginkanmu.
Bagaimana tak lepas aku memandangimu. Sedang kau bermain didepan kedua mataku ini. Kau masih ada disana dan menggoreskan sedikit rasa pada hati ini.
Mengapa aku mesti duduk disini
Sedang kau tepat didepanku
Mestinya ku berdiri berjalan kedepanmu
Kusapa dan kunikmati wajahmu
Atau kuisyaratkan cinta
Tapi semua tak kulakukan
Kata orang cinta mesti berkorban
Mengapa aku mesti duduk disini? Sudah memang takdirku hanya bisa duduk disini. Tepat dihadapanmu. Aku duduk hanya untuk melihatmu saja. Bukan menatap kosong pada layar LCD yang penuh angka-angka sialan itu. Aku hanya ingin duduk disini saja, melihatmu dari kejauhan.
Harusnya aku berdiri lalu melangkah kehadapanmu. Kusapa dirimu lalu mulailah basa-basi yang selalu berakhir penuh tanya. Sambil bicara, tentunya akan kusisipkan semua cita yang ada untukmu. Semuanya hanya isyarat, entah kau bisa menangkapnya lalu menafsirkannya.
Tapi seperti yang sudah-sudah, aku tidak pernah melakukan itu. Aku menginginkanmu tapi tidak pernah berusaha untuk menunjukkannya. Aku hanya bisa seperti itu saja, menatapmu dari kejauhan dan terkadang cuma curi-curi pandang saja kala engkau ada didekatku.
Mengapa dadaku mesti bergoncang
Bila kusebutkan namamu
Sedang kau diciptakan bukanlah untukku
Itu pasti tapi aku tak mau perduli
Sebab cinta bukan mesti bersatu
Biar kucumbui bayanganmu
Dan kusandarkan harapanku
Jatuh berderai dikeningmu
Ada getar yang terasa kala mendengar ataupun melihat namamu. Ada yang merasa, entah hatiku yang sebelah mana. Semuanya terasa begitu menggetarkan dengan sama getirnya dengan kehilangan yang paling menyakitkan sekalipun. Aku tidak pernah peduli engkau tahu apa tidak. Takdir pun sudah menyaratkan bahwa kau memanglah bukan untukku. Aku tidak peduli.
Kalau ini bisa dibilang cinta, apalagi yang akan aku katakan? Apa aku harus ikut-ikutan bilang, "Cinta tak selalu harus memiliki", "Mencintai tidak harus selalu memiliki", dll. Tidak, aku tidak akan seperti itu. Aku tahu engkau dan aku takkan bersatu maka kucukupkan sampai disini saja. Aku cukupkan untuk hanya merasakanmu lewat pertemuan-pertemuan kita yang selalu biasa seperti itu.
Kalau memang cinta punya bayangan, akan seperti apa jadinya? Tentu dunia ini akan penuh dengan bayang-bayang cinta yang wujudnya tidak terlihat tetapi bayang gelapnya terlihat. Untung saja cinta tidak pernah berbayang walau pernah berbekas. Karena itu pula, hanya akan kucumbui bayanganmu. Bayanganmu yang ada dikepalaku saja. Bayanganmu yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi malam. Adapun tentang harapan-harapan itu, akan kubiarkan mereka terbang larut bersama angin dan debu yang selalu menerpa wajahmu itu hingga mereka akhirnya jatuh berderai membelai keningmu.
By.....AB.....
Rabu, 24 Maret 2010
Selasa, 23 Maret 2010
Lubang di Hati
Kubuka mata dan kulihat dunia
Tlah kuterima anugerah cintaNya
Tak pernah aku menyesali yang kupunya
Tapi kusadari ada lubang dalam hati
Kucari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Kumenanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati
Lantunan lagu Lubang di Hati dari Letto mengiringi jauhnya pandanganku. Pandangan yang menyeruak seakan tak berujung. Selalu ada rasa yang berkecamuk di hati. Rasa yang menghadirkan lubang-lubang di hatiku yang semakin lama semakin besar.
Memikul sebuah harapan yang besar bisa dijadikan sebuah beban berat diatas pundak. Tapi dengan disokong sebuah dukungan dan motivasi akan menghasilkan sebuah semangat yang baru untuk menjalani dan membawa serta meraih harapan yang diberikan diatas pundak.
Namun terkadang aku terjatuh dalam kubangan tak berdaya dan keputusasaan. Hal ini sering terjadi disaat aku dalam masa labil, yaitu masa-masa yang sangat aku takutkan dalam hidupku, masa-masa dimana aku kehilangan semangat dan motivasi dalam menjalani, memikul, membawa, dan meraih harapan tersebut.
TAK PERNAH ADA SEORANGPUN YANG BISA MEMBACA HATI DAN PIKIRANKU. KARENA ITULAH AKU SELALU MEMOTIVASI DIRIKU SENDIRI, SEBAB AKU... HANYALAH AKU DAN TUHANKU YANG TAU APA MAUKU.
Egois, kekanakan, pemarah, moodyan, ceroboh, cengeng. Kata-kata itu selalu menghantui pikiranku. Kata-kata yang selalu mereka berikan untukku. Mereka yang selalu menyerangku tanpa pernah memberiku sebuah kesempatan untuk bertanya pada mereka tentang diriku maupun tentang kesalahanku. Mereka yang selalu menyudutkanku dengan asumsiku yang selalu salah, dengan asumsi aku sebagai pembuat masalah, dan dengan asumsi aku tak pantas untuk dibenarkan.
Dalam keterpojokan dan kesendirian, aku sering menangis dan meronta untuk lepas dan mencari tahu penyebab dari semua ini. Tapi aku harus selalu berusaha untuk bangun dan bangkit melawan dan menjalani kenyataan hidup yang telah digariskan padaku.
“Teruslah bermimpi dan jangan pernah menyerah meraih semua mimpi itu”
Kalimat yang telah tertanam kuat di dalam hati dan pikiranku. Kalimat ampuh untuk memberikan motivasi pada diriku. Kalimat mujarab bagiku disaat aku terjatuh. Kalimat yang mampu membuat aku terus bermimpi dan gigih dalam meraih mimpi-mimpi itu yang nantinya akan menjadi sebuah hadiah berharga bagiku.
Kumengira hanya dialah obatnya
Tapi kusadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan kuyakin kau tak ingin aku berhenti
Apakah itu kamu apakah itu dia
Selama ini kucari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang mampu melengkapi lubang didalam hati
Hmm...masih diiringi lantunan lagu Lubang di Hati milik Letto, kupejamkan mataku untuk beberapa saat. Aku melihat banyak sekali lubang di dalam hati. Tapi aku tersenyum untuk itu. Karena aku telah membiarkan hatiku kosong sampai aku merasakan bahwa lubang itu telah tertutup
Tlah kuterima anugerah cintaNya
Tak pernah aku menyesali yang kupunya
Tapi kusadari ada lubang dalam hati
Kucari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Kumenanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati
Lantunan lagu Lubang di Hati dari Letto mengiringi jauhnya pandanganku. Pandangan yang menyeruak seakan tak berujung. Selalu ada rasa yang berkecamuk di hati. Rasa yang menghadirkan lubang-lubang di hatiku yang semakin lama semakin besar.
Memikul sebuah harapan yang besar bisa dijadikan sebuah beban berat diatas pundak. Tapi dengan disokong sebuah dukungan dan motivasi akan menghasilkan sebuah semangat yang baru untuk menjalani dan membawa serta meraih harapan yang diberikan diatas pundak.
Namun terkadang aku terjatuh dalam kubangan tak berdaya dan keputusasaan. Hal ini sering terjadi disaat aku dalam masa labil, yaitu masa-masa yang sangat aku takutkan dalam hidupku, masa-masa dimana aku kehilangan semangat dan motivasi dalam menjalani, memikul, membawa, dan meraih harapan tersebut.
TAK PERNAH ADA SEORANGPUN YANG BISA MEMBACA HATI DAN PIKIRANKU. KARENA ITULAH AKU SELALU MEMOTIVASI DIRIKU SENDIRI, SEBAB AKU... HANYALAH AKU DAN TUHANKU YANG TAU APA MAUKU.
Egois, kekanakan, pemarah, moodyan, ceroboh, cengeng. Kata-kata itu selalu menghantui pikiranku. Kata-kata yang selalu mereka berikan untukku. Mereka yang selalu menyerangku tanpa pernah memberiku sebuah kesempatan untuk bertanya pada mereka tentang diriku maupun tentang kesalahanku. Mereka yang selalu menyudutkanku dengan asumsiku yang selalu salah, dengan asumsi aku sebagai pembuat masalah, dan dengan asumsi aku tak pantas untuk dibenarkan.
Dalam keterpojokan dan kesendirian, aku sering menangis dan meronta untuk lepas dan mencari tahu penyebab dari semua ini. Tapi aku harus selalu berusaha untuk bangun dan bangkit melawan dan menjalani kenyataan hidup yang telah digariskan padaku.
“Teruslah bermimpi dan jangan pernah menyerah meraih semua mimpi itu”
Kalimat yang telah tertanam kuat di dalam hati dan pikiranku. Kalimat ampuh untuk memberikan motivasi pada diriku. Kalimat mujarab bagiku disaat aku terjatuh. Kalimat yang mampu membuat aku terus bermimpi dan gigih dalam meraih mimpi-mimpi itu yang nantinya akan menjadi sebuah hadiah berharga bagiku.
Kumengira hanya dialah obatnya
Tapi kusadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan kuyakin kau tak ingin aku berhenti
Apakah itu kamu apakah itu dia
Selama ini kucari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang mampu melengkapi lubang didalam hati
Hmm...masih diiringi lantunan lagu Lubang di Hati milik Letto, kupejamkan mataku untuk beberapa saat. Aku melihat banyak sekali lubang di dalam hati. Tapi aku tersenyum untuk itu. Karena aku telah membiarkan hatiku kosong sampai aku merasakan bahwa lubang itu telah tertutup
Langganan:
Komentar (Atom)