Gadis Melayu
Goresan Kehidupan
Kamis, 26 Juli 2012
Senin, 05 April 2010
"HARGAI DIRI SENDIRI"
"
HARGAILAH ORANG LAIN SEPERTI KITA MENGHARGAI DIRI KITA SENDIRI"
Pepatah di atas mungkin sudah tidak asing bagi kita. Menghargai orang lain itu perlu karena pada dasarnya setiap manusia memang mempunyai harga diri. Tidak ada orang normal yang tidak suka dihargai. Namun terkadang saking sibuknya kita menghargai orang lain, kita malah lupa menghargai diri sendiri.
Tentu hal ini juga tidak benar kan???
Lalu bagaimana cara kita menghargai diri kita sendiri?
Ada banyak cara untuk kita dapat menghargai diri kita sendiri. Namun yang paling sederhana dan mudah adalah dengan melakukan apa saja yang biasa kita lakukan kepada atau terhadap orang lain untuk menghargai orang tersebut. Tidak susah dan bisa dicoba sekarang juga kok.
~ Tampil Pantas dan Sopan
Ke orang lain : kita selalu berdandan dan berpenampilan sebaik mungkin saat mau menemui orang yang kita hargai atau menghadiri acara yang penting.
Ke diri sendiri : cobalah untuk tampil sebaik mungkin kapan dan dimanapun kita, bahkan saat berada di rumah sekalipun. Berpenampilan baik disini maksudnya adalah berpenampilan sopan, sewajarnya dan sepantasnya sesuai dengan waktu dan tempat kita berada. Dengan berpenampilan pantas maka diri kita pun akan merasa nyaman dan lebih percaya diri, maka berarti kita telah menghargai diri kita sendiri. Hindari berpakaian terbuka karena itu hanya akan membuat orang menilai negatif kepada kita, yang juga berarti kita tidak menghargai diri kita sendiri.
~ Istirahat
Ke orang lain : saat bersama teman pastinya kita tidak akan terus merongrong mereka hanya untuk sekedar mendengarkan curhatan kita, karena kita tau mereka juga lelah dan butuh istirahat. Kita juga tidak meyuruh si bibi bekerja 24jam non stop bukan. Atau mungkin juga kita tidak menelepon seseorang terlalu malam karena kita menghargai waktu istirahatnya.
Ke diri sendiri : cobalah hargai diri dengan memberi waktu pada diri sendiri untuk merasakan suasana tenang, bebas stres dan beristirahat dari segala beban yang mengganjal. Kasihan kan badan, pikiran dan perasaan kita yang harus terus merasa lelah dengan kesibukan harian atau stres terhadap suatu masalah. Namun bukan berarti lari dari tanggung jawab lho.
~ Pintar "Jaga Mulut"
Ke orang lain : kita mungkin sangat jarang sekali atau bahkan tidak pernah memaki atau berkata kasar kepada orang lain. Selain untuk menghargai orang lain, hal tersebut juga sangat tidak sopan dan tentunya itu akan menyakiti perasaan mereka. Tentunya kita tidak mau itu terjadi bukan.
Ke diri sendiri : nah anehnya kita selalu galak bahkan memaki diri sendiri, misalnya "Aku bodoh dan jelek banget yah!". Wahhh segeralah hentikan kebiasaan jelek tersebut. Jika memang kita kesal karena telah melakukan suatu kesalahan atau kecerobohan, cobalah untuk tidak mengatai diri kita bodoh atau goblok, tapi lebih baik katakan "aku masih harus banyak belajar" atau "lain kali aku harus lebih berhati-hati". Itu lebih baik bukan? Jika kita saja tidak bisa menghargai diri sendiri dengan mengatai dan menganggap buruk diri kita, bagaimana orang lain nantinya?
~ Tepat Waktu
Ke orang lain : kita biasanya menghargai orang lain dengan berusaha untuk tepat waktu bila ada janji atau pertemuan. Selain karena tidak ingin membuat mereka kesal, kita juga tidak ingin membuang-buang percuma waktu mereka.
Ke diri sendiri : cobalah untuk tepat waktu juga terhadap hal-hal yang menyangkut kepentingan diri sendiri. Misalnya: makan tepat waktu, pergi beraktivitas tepat waktu, istirahat tepat waktu, dll. Hal ini selain untuk menghargai diri sendiri, juga agar kita tidak merasa panik atau terburu-buru dalam melakukan aktivitas.
~ Beri Pujian atau Hadiah
Ke orang lain : kita biasanya selalu memuji kepada orang lain apabila mereka terlihat cantik/tampan, atau mungkin karena kita kagum dengan kepintaran mereka. Pujian juga biasa kita lontarkan kepada orang yang terlihat bersungguh-sungguh bekerja keras dalam suatu usaha meskipun belum tentu akan sukses. Begitu juga halnya dengan hadiah. Kita biasanya memberikan hadiah apakah itu berupa barang, pujian, ucapan, atau perlakuan istimewa kepada orang lain saat mereka ulang tahun atau berhasil melakukan sesuatu.
Ke diri sendiri : cobalah belajar untuk memuji diri sendiri. Misalnya saat bercermin kita juga perlu mengatakan pada diri "Aku terlihat cantik/tampan hari ini". Atau memuji keberhasilan kita "Aku hebat karena berhasil meningkatkan kinerjaku". Begitu juga halnya dengan hadiah. Tidak ada salahnya kita memberi hadiah pada diri sendiri saat berhasil melakukan sesuatu. Misalnya dengan mentraktir diri sendiri makan, menonton DVD kesukaan, atau pergi berlibur. Walaupun terkesan sederhana dan tidak penting, namun hal ini bagus untuk menyenangkan diri, juga sebagai pemicu semangat untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Yang terpenting adalah puji dan hadiahi diri dengan penuh syukur kepada Sang Pencipta, namun juga tidak berlebihan agar tidak terkesan sombong.
~ Memaafkan
Ke orang lain : kita biasanya akan menerima permintaan maaf orang lain meskipun mereka telah melakukan suatu kesalahan dan menyakiti hati kita. Disamping karena menghargai orang lain, hal ini bisa jadi karena memang mereka penting bagi kita, atau karena kita tidak ingin bermusuhan, atau juga karena kita menyadari betul bahwa mereka juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
Ke diri sendiri : cobalah menghargai diri sendiri dengan tidak bersikap lebih keras atau sulit memaafkan diri sendiri saat menyadari bahwa kita telah melakukan suatu kesalahan. Hal ini juga tidak baik karena tanpa disadari kita telah menciptakan permusuhan dan membenci diri kita sendiri. Yang terpenting adalah selalu introspeksi diri untuk menjadi lebih baik.
~ Jadilah Pendukung
Ke orang lain : kita biasanya akan menjadi pendukung teman ataupun orang lain saat mereka akan mengikuti suatu pertandingan atau kontes. Bahkan dengan semangat ikut membantu mempersiapkan segala keperluan yang mendukung usaha mereka, termasuk mempersiapkan segudang kata-kata penyemangat atau kata-kata hiburan jika seandainya mereka gagal.
Ke diri sendiri : cobalah untuk menjadi pendukung bagi diri sendiri dalam menggapai mimpi-mimpi kita. Siapkan berbagai 'ramuan' penyemangat bagi diri sendiri dan berbagai alternatif kegiatan yang sekiranya dapat mengembalikan semangat jika ternyata kita mengalami kegagalan. Jangan pernah menyerah dan putus asa. Bahkan jika perlu berteriaklah sekuatnya "AKU BISA! AKU PASTI BISA!"
HARGAILAH ORANG LAIN SEPERTI KITA MENGHARGAI DIRI KITA SENDIRI"Pepatah di atas mungkin sudah tidak asing bagi kita. Menghargai orang lain itu perlu karena pada dasarnya setiap manusia memang mempunyai harga diri. Tidak ada orang normal yang tidak suka dihargai. Namun terkadang saking sibuknya kita menghargai orang lain, kita malah lupa menghargai diri sendiri.
Tentu hal ini juga tidak benar kan???
Lalu bagaimana cara kita menghargai diri kita sendiri?
Ada banyak cara untuk kita dapat menghargai diri kita sendiri. Namun yang paling sederhana dan mudah adalah dengan melakukan apa saja yang biasa kita lakukan kepada atau terhadap orang lain untuk menghargai orang tersebut. Tidak susah dan bisa dicoba sekarang juga kok.
~ Tampil Pantas dan Sopan
Ke orang lain : kita selalu berdandan dan berpenampilan sebaik mungkin saat mau menemui orang yang kita hargai atau menghadiri acara yang penting.
Ke diri sendiri : cobalah untuk tampil sebaik mungkin kapan dan dimanapun kita, bahkan saat berada di rumah sekalipun. Berpenampilan baik disini maksudnya adalah berpenampilan sopan, sewajarnya dan sepantasnya sesuai dengan waktu dan tempat kita berada. Dengan berpenampilan pantas maka diri kita pun akan merasa nyaman dan lebih percaya diri, maka berarti kita telah menghargai diri kita sendiri. Hindari berpakaian terbuka karena itu hanya akan membuat orang menilai negatif kepada kita, yang juga berarti kita tidak menghargai diri kita sendiri.
~ Istirahat
Ke orang lain : saat bersama teman pastinya kita tidak akan terus merongrong mereka hanya untuk sekedar mendengarkan curhatan kita, karena kita tau mereka juga lelah dan butuh istirahat. Kita juga tidak meyuruh si bibi bekerja 24jam non stop bukan. Atau mungkin juga kita tidak menelepon seseorang terlalu malam karena kita menghargai waktu istirahatnya.
Ke diri sendiri : cobalah hargai diri dengan memberi waktu pada diri sendiri untuk merasakan suasana tenang, bebas stres dan beristirahat dari segala beban yang mengganjal. Kasihan kan badan, pikiran dan perasaan kita yang harus terus merasa lelah dengan kesibukan harian atau stres terhadap suatu masalah. Namun bukan berarti lari dari tanggung jawab lho.
~ Pintar "Jaga Mulut"
Ke orang lain : kita mungkin sangat jarang sekali atau bahkan tidak pernah memaki atau berkata kasar kepada orang lain. Selain untuk menghargai orang lain, hal tersebut juga sangat tidak sopan dan tentunya itu akan menyakiti perasaan mereka. Tentunya kita tidak mau itu terjadi bukan.
Ke diri sendiri : nah anehnya kita selalu galak bahkan memaki diri sendiri, misalnya "Aku bodoh dan jelek banget yah!". Wahhh segeralah hentikan kebiasaan jelek tersebut. Jika memang kita kesal karena telah melakukan suatu kesalahan atau kecerobohan, cobalah untuk tidak mengatai diri kita bodoh atau goblok, tapi lebih baik katakan "aku masih harus banyak belajar" atau "lain kali aku harus lebih berhati-hati". Itu lebih baik bukan? Jika kita saja tidak bisa menghargai diri sendiri dengan mengatai dan menganggap buruk diri kita, bagaimana orang lain nantinya?
~ Tepat Waktu
Ke orang lain : kita biasanya menghargai orang lain dengan berusaha untuk tepat waktu bila ada janji atau pertemuan. Selain karena tidak ingin membuat mereka kesal, kita juga tidak ingin membuang-buang percuma waktu mereka.
Ke diri sendiri : cobalah untuk tepat waktu juga terhadap hal-hal yang menyangkut kepentingan diri sendiri. Misalnya: makan tepat waktu, pergi beraktivitas tepat waktu, istirahat tepat waktu, dll. Hal ini selain untuk menghargai diri sendiri, juga agar kita tidak merasa panik atau terburu-buru dalam melakukan aktivitas.
~ Beri Pujian atau Hadiah
Ke orang lain : kita biasanya selalu memuji kepada orang lain apabila mereka terlihat cantik/tampan, atau mungkin karena kita kagum dengan kepintaran mereka. Pujian juga biasa kita lontarkan kepada orang yang terlihat bersungguh-sungguh bekerja keras dalam suatu usaha meskipun belum tentu akan sukses. Begitu juga halnya dengan hadiah. Kita biasanya memberikan hadiah apakah itu berupa barang, pujian, ucapan, atau perlakuan istimewa kepada orang lain saat mereka ulang tahun atau berhasil melakukan sesuatu.
Ke diri sendiri : cobalah belajar untuk memuji diri sendiri. Misalnya saat bercermin kita juga perlu mengatakan pada diri "Aku terlihat cantik/tampan hari ini". Atau memuji keberhasilan kita "Aku hebat karena berhasil meningkatkan kinerjaku". Begitu juga halnya dengan hadiah. Tidak ada salahnya kita memberi hadiah pada diri sendiri saat berhasil melakukan sesuatu. Misalnya dengan mentraktir diri sendiri makan, menonton DVD kesukaan, atau pergi berlibur. Walaupun terkesan sederhana dan tidak penting, namun hal ini bagus untuk menyenangkan diri, juga sebagai pemicu semangat untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Yang terpenting adalah puji dan hadiahi diri dengan penuh syukur kepada Sang Pencipta, namun juga tidak berlebihan agar tidak terkesan sombong.
~ Memaafkan
Ke orang lain : kita biasanya akan menerima permintaan maaf orang lain meskipun mereka telah melakukan suatu kesalahan dan menyakiti hati kita. Disamping karena menghargai orang lain, hal ini bisa jadi karena memang mereka penting bagi kita, atau karena kita tidak ingin bermusuhan, atau juga karena kita menyadari betul bahwa mereka juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
Ke diri sendiri : cobalah menghargai diri sendiri dengan tidak bersikap lebih keras atau sulit memaafkan diri sendiri saat menyadari bahwa kita telah melakukan suatu kesalahan. Hal ini juga tidak baik karena tanpa disadari kita telah menciptakan permusuhan dan membenci diri kita sendiri. Yang terpenting adalah selalu introspeksi diri untuk menjadi lebih baik.
~ Jadilah Pendukung
Ke orang lain : kita biasanya akan menjadi pendukung teman ataupun orang lain saat mereka akan mengikuti suatu pertandingan atau kontes. Bahkan dengan semangat ikut membantu mempersiapkan segala keperluan yang mendukung usaha mereka, termasuk mempersiapkan segudang kata-kata penyemangat atau kata-kata hiburan jika seandainya mereka gagal.
Ke diri sendiri : cobalah untuk menjadi pendukung bagi diri sendiri dalam menggapai mimpi-mimpi kita. Siapkan berbagai 'ramuan' penyemangat bagi diri sendiri dan berbagai alternatif kegiatan yang sekiranya dapat mengembalikan semangat jika ternyata kita mengalami kegagalan. Jangan pernah menyerah dan putus asa. Bahkan jika perlu berteriaklah sekuatnya "AKU BISA! AKU PASTI BISA!"
Rabu, 24 Maret 2010
Cerita Untuk Sebuah Nama...
Mengapa jiwaku mesti bergetar
Sedang musikpun manis kudengar
Mungkin karena kulihat lagi
Lentik bulu matamu
Bibirmu dan rambutmu yang kau biarkan
Jatuh berderai di keningmu
Makin mengajakku terpana
Kau goreskan gita cinta
Ya, mengapa harus jiwaku yang bergetar kala melihatmu disana. Lagu itu mengalun lagi, menambah haru jiwa padamu. Sungguh aku lihat engkau disana. Lengkap dengan bulu mata yang lentik, dan rambut panjangmu yang terikat. Aku terpana. Sungguh terpana. Semakin aku larut dalam pesonamu semakin aku menginginkanmu.
Bagaimana tak lepas aku memandangimu. Sedang kau bermain didepan kedua mataku ini. Kau masih ada disana dan menggoreskan sedikit rasa pada hati ini.
Mengapa aku mesti duduk disini
Sedang kau tepat didepanku
Mestinya ku berdiri berjalan kedepanmu
Kusapa dan kunikmati wajahmu
Atau kuisyaratkan cinta
Tapi semua tak kulakukan
Kata orang cinta mesti berkorban
Mengapa aku mesti duduk disini? Sudah memang takdirku hanya bisa duduk disini. Tepat dihadapanmu. Aku duduk hanya untuk melihatmu saja. Bukan menatap kosong pada layar LCD yang penuh angka-angka sialan itu. Aku hanya ingin duduk disini saja, melihatmu dari kejauhan.
Harusnya aku berdiri lalu melangkah kehadapanmu. Kusapa dirimu lalu mulailah basa-basi yang selalu berakhir penuh tanya. Sambil bicara, tentunya akan kusisipkan semua cita yang ada untukmu. Semuanya hanya isyarat, entah kau bisa menangkapnya lalu menafsirkannya.
Tapi seperti yang sudah-sudah, aku tidak pernah melakukan itu. Aku menginginkanmu tapi tidak pernah berusaha untuk menunjukkannya. Aku hanya bisa seperti itu saja, menatapmu dari kejauhan dan terkadang cuma curi-curi pandang saja kala engkau ada didekatku.
Mengapa dadaku mesti bergoncang
Bila kusebutkan namamu
Sedang kau diciptakan bukanlah untukku
Itu pasti tapi aku tak mau perduli
Sebab cinta bukan mesti bersatu
Biar kucumbui bayanganmu
Dan kusandarkan harapanku
Jatuh berderai dikeningmu
Ada getar yang terasa kala mendengar ataupun melihat namamu. Ada yang merasa, entah hatiku yang sebelah mana. Semuanya terasa begitu menggetarkan dengan sama getirnya dengan kehilangan yang paling menyakitkan sekalipun. Aku tidak pernah peduli engkau tahu apa tidak. Takdir pun sudah menyaratkan bahwa kau memanglah bukan untukku. Aku tidak peduli.
Kalau ini bisa dibilang cinta, apalagi yang akan aku katakan? Apa aku harus ikut-ikutan bilang, "Cinta tak selalu harus memiliki", "Mencintai tidak harus selalu memiliki", dll. Tidak, aku tidak akan seperti itu. Aku tahu engkau dan aku takkan bersatu maka kucukupkan sampai disini saja. Aku cukupkan untuk hanya merasakanmu lewat pertemuan-pertemuan kita yang selalu biasa seperti itu.
Kalau memang cinta punya bayangan, akan seperti apa jadinya? Tentu dunia ini akan penuh dengan bayang-bayang cinta yang wujudnya tidak terlihat tetapi bayang gelapnya terlihat. Untung saja cinta tidak pernah berbayang walau pernah berbekas. Karena itu pula, hanya akan kucumbui bayanganmu. Bayanganmu yang ada dikepalaku saja. Bayanganmu yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi malam. Adapun tentang harapan-harapan itu, akan kubiarkan mereka terbang larut bersama angin dan debu yang selalu menerpa wajahmu itu hingga mereka akhirnya jatuh berderai membelai keningmu.
By.....AB.....
Sedang musikpun manis kudengar
Mungkin karena kulihat lagi
Lentik bulu matamu
Bibirmu dan rambutmu yang kau biarkan
Jatuh berderai di keningmu
Makin mengajakku terpana
Kau goreskan gita cinta
Ya, mengapa harus jiwaku yang bergetar kala melihatmu disana. Lagu itu mengalun lagi, menambah haru jiwa padamu. Sungguh aku lihat engkau disana. Lengkap dengan bulu mata yang lentik, dan rambut panjangmu yang terikat. Aku terpana. Sungguh terpana. Semakin aku larut dalam pesonamu semakin aku menginginkanmu.
Bagaimana tak lepas aku memandangimu. Sedang kau bermain didepan kedua mataku ini. Kau masih ada disana dan menggoreskan sedikit rasa pada hati ini.
Mengapa aku mesti duduk disini
Sedang kau tepat didepanku
Mestinya ku berdiri berjalan kedepanmu
Kusapa dan kunikmati wajahmu
Atau kuisyaratkan cinta
Tapi semua tak kulakukan
Kata orang cinta mesti berkorban
Mengapa aku mesti duduk disini? Sudah memang takdirku hanya bisa duduk disini. Tepat dihadapanmu. Aku duduk hanya untuk melihatmu saja. Bukan menatap kosong pada layar LCD yang penuh angka-angka sialan itu. Aku hanya ingin duduk disini saja, melihatmu dari kejauhan.
Harusnya aku berdiri lalu melangkah kehadapanmu. Kusapa dirimu lalu mulailah basa-basi yang selalu berakhir penuh tanya. Sambil bicara, tentunya akan kusisipkan semua cita yang ada untukmu. Semuanya hanya isyarat, entah kau bisa menangkapnya lalu menafsirkannya.
Tapi seperti yang sudah-sudah, aku tidak pernah melakukan itu. Aku menginginkanmu tapi tidak pernah berusaha untuk menunjukkannya. Aku hanya bisa seperti itu saja, menatapmu dari kejauhan dan terkadang cuma curi-curi pandang saja kala engkau ada didekatku.
Mengapa dadaku mesti bergoncang
Bila kusebutkan namamu
Sedang kau diciptakan bukanlah untukku
Itu pasti tapi aku tak mau perduli
Sebab cinta bukan mesti bersatu
Biar kucumbui bayanganmu
Dan kusandarkan harapanku
Jatuh berderai dikeningmu
Ada getar yang terasa kala mendengar ataupun melihat namamu. Ada yang merasa, entah hatiku yang sebelah mana. Semuanya terasa begitu menggetarkan dengan sama getirnya dengan kehilangan yang paling menyakitkan sekalipun. Aku tidak pernah peduli engkau tahu apa tidak. Takdir pun sudah menyaratkan bahwa kau memanglah bukan untukku. Aku tidak peduli.
Kalau ini bisa dibilang cinta, apalagi yang akan aku katakan? Apa aku harus ikut-ikutan bilang, "Cinta tak selalu harus memiliki", "Mencintai tidak harus selalu memiliki", dll. Tidak, aku tidak akan seperti itu. Aku tahu engkau dan aku takkan bersatu maka kucukupkan sampai disini saja. Aku cukupkan untuk hanya merasakanmu lewat pertemuan-pertemuan kita yang selalu biasa seperti itu.
Kalau memang cinta punya bayangan, akan seperti apa jadinya? Tentu dunia ini akan penuh dengan bayang-bayang cinta yang wujudnya tidak terlihat tetapi bayang gelapnya terlihat. Untung saja cinta tidak pernah berbayang walau pernah berbekas. Karena itu pula, hanya akan kucumbui bayanganmu. Bayanganmu yang ada dikepalaku saja. Bayanganmu yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi malam. Adapun tentang harapan-harapan itu, akan kubiarkan mereka terbang larut bersama angin dan debu yang selalu menerpa wajahmu itu hingga mereka akhirnya jatuh berderai membelai keningmu.
By.....AB.....
Selasa, 23 Maret 2010
Lubang di Hati
Kubuka mata dan kulihat dunia
Tlah kuterima anugerah cintaNya
Tak pernah aku menyesali yang kupunya
Tapi kusadari ada lubang dalam hati
Kucari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Kumenanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati
Lantunan lagu Lubang di Hati dari Letto mengiringi jauhnya pandanganku. Pandangan yang menyeruak seakan tak berujung. Selalu ada rasa yang berkecamuk di hati. Rasa yang menghadirkan lubang-lubang di hatiku yang semakin lama semakin besar.
Memikul sebuah harapan yang besar bisa dijadikan sebuah beban berat diatas pundak. Tapi dengan disokong sebuah dukungan dan motivasi akan menghasilkan sebuah semangat yang baru untuk menjalani dan membawa serta meraih harapan yang diberikan diatas pundak.
Namun terkadang aku terjatuh dalam kubangan tak berdaya dan keputusasaan. Hal ini sering terjadi disaat aku dalam masa labil, yaitu masa-masa yang sangat aku takutkan dalam hidupku, masa-masa dimana aku kehilangan semangat dan motivasi dalam menjalani, memikul, membawa, dan meraih harapan tersebut.
TAK PERNAH ADA SEORANGPUN YANG BISA MEMBACA HATI DAN PIKIRANKU. KARENA ITULAH AKU SELALU MEMOTIVASI DIRIKU SENDIRI, SEBAB AKU... HANYALAH AKU DAN TUHANKU YANG TAU APA MAUKU.
Egois, kekanakan, pemarah, moodyan, ceroboh, cengeng. Kata-kata itu selalu menghantui pikiranku. Kata-kata yang selalu mereka berikan untukku. Mereka yang selalu menyerangku tanpa pernah memberiku sebuah kesempatan untuk bertanya pada mereka tentang diriku maupun tentang kesalahanku. Mereka yang selalu menyudutkanku dengan asumsiku yang selalu salah, dengan asumsi aku sebagai pembuat masalah, dan dengan asumsi aku tak pantas untuk dibenarkan.
Dalam keterpojokan dan kesendirian, aku sering menangis dan meronta untuk lepas dan mencari tahu penyebab dari semua ini. Tapi aku harus selalu berusaha untuk bangun dan bangkit melawan dan menjalani kenyataan hidup yang telah digariskan padaku.
“Teruslah bermimpi dan jangan pernah menyerah meraih semua mimpi itu”
Kalimat yang telah tertanam kuat di dalam hati dan pikiranku. Kalimat ampuh untuk memberikan motivasi pada diriku. Kalimat mujarab bagiku disaat aku terjatuh. Kalimat yang mampu membuat aku terus bermimpi dan gigih dalam meraih mimpi-mimpi itu yang nantinya akan menjadi sebuah hadiah berharga bagiku.
Kumengira hanya dialah obatnya
Tapi kusadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan kuyakin kau tak ingin aku berhenti
Apakah itu kamu apakah itu dia
Selama ini kucari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang mampu melengkapi lubang didalam hati
Hmm...masih diiringi lantunan lagu Lubang di Hati milik Letto, kupejamkan mataku untuk beberapa saat. Aku melihat banyak sekali lubang di dalam hati. Tapi aku tersenyum untuk itu. Karena aku telah membiarkan hatiku kosong sampai aku merasakan bahwa lubang itu telah tertutup
Tlah kuterima anugerah cintaNya
Tak pernah aku menyesali yang kupunya
Tapi kusadari ada lubang dalam hati
Kucari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Kumenanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati
Lantunan lagu Lubang di Hati dari Letto mengiringi jauhnya pandanganku. Pandangan yang menyeruak seakan tak berujung. Selalu ada rasa yang berkecamuk di hati. Rasa yang menghadirkan lubang-lubang di hatiku yang semakin lama semakin besar.
Memikul sebuah harapan yang besar bisa dijadikan sebuah beban berat diatas pundak. Tapi dengan disokong sebuah dukungan dan motivasi akan menghasilkan sebuah semangat yang baru untuk menjalani dan membawa serta meraih harapan yang diberikan diatas pundak.
Namun terkadang aku terjatuh dalam kubangan tak berdaya dan keputusasaan. Hal ini sering terjadi disaat aku dalam masa labil, yaitu masa-masa yang sangat aku takutkan dalam hidupku, masa-masa dimana aku kehilangan semangat dan motivasi dalam menjalani, memikul, membawa, dan meraih harapan tersebut.
TAK PERNAH ADA SEORANGPUN YANG BISA MEMBACA HATI DAN PIKIRANKU. KARENA ITULAH AKU SELALU MEMOTIVASI DIRIKU SENDIRI, SEBAB AKU... HANYALAH AKU DAN TUHANKU YANG TAU APA MAUKU.
Egois, kekanakan, pemarah, moodyan, ceroboh, cengeng. Kata-kata itu selalu menghantui pikiranku. Kata-kata yang selalu mereka berikan untukku. Mereka yang selalu menyerangku tanpa pernah memberiku sebuah kesempatan untuk bertanya pada mereka tentang diriku maupun tentang kesalahanku. Mereka yang selalu menyudutkanku dengan asumsiku yang selalu salah, dengan asumsi aku sebagai pembuat masalah, dan dengan asumsi aku tak pantas untuk dibenarkan.
Dalam keterpojokan dan kesendirian, aku sering menangis dan meronta untuk lepas dan mencari tahu penyebab dari semua ini. Tapi aku harus selalu berusaha untuk bangun dan bangkit melawan dan menjalani kenyataan hidup yang telah digariskan padaku.
“Teruslah bermimpi dan jangan pernah menyerah meraih semua mimpi itu”
Kalimat yang telah tertanam kuat di dalam hati dan pikiranku. Kalimat ampuh untuk memberikan motivasi pada diriku. Kalimat mujarab bagiku disaat aku terjatuh. Kalimat yang mampu membuat aku terus bermimpi dan gigih dalam meraih mimpi-mimpi itu yang nantinya akan menjadi sebuah hadiah berharga bagiku.
Kumengira hanya dialah obatnya
Tapi kusadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan kuyakin kau tak ingin aku berhenti
Apakah itu kamu apakah itu dia
Selama ini kucari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang mampu melengkapi lubang didalam hati
Hmm...masih diiringi lantunan lagu Lubang di Hati milik Letto, kupejamkan mataku untuk beberapa saat. Aku melihat banyak sekali lubang di dalam hati. Tapi aku tersenyum untuk itu. Karena aku telah membiarkan hatiku kosong sampai aku merasakan bahwa lubang itu telah tertutup
Senin, 04 Januari 2010
Dilema...
Oaaaahhhh.... Kubuka mata dari tidurku yang lelap, memandangi sekeliling kamarku. Tak ada yang berubah, semua sama berantakannya seperti biasa. Hmm... Dinginnya hawa pagi membuatku malas beranjak dari tempat tidurku, seakan masih ingin menikmati empuknya peraduanku ini. Ku termangu merenung sejenak akan perjalanan hidup yang aku alami. Ahh.. berharap tak ada lagi air mata dan kesedihan dalam hidupku. Yang aku pikirkan sekarang hanya bagaimana aku bahagia tanpa peduli apapun yang orang katakan. Egois!!! Ya, mungkin itulah aku yang sekarang. Seakan lelah dengan semua kesabaran yang aku miliki. Lelah mencoba mengerti perasaan orang lain. Lelah mengorbankan hati untuk kebahagiaan orang lain. Lelah untuk selalu mengalah. Lelah untuk selalu bersikap baik kepada orang lain. Lelah dan lelah. Aku juga punya hati. Apakah aku juga tidak pantas untuk diperlakukan dengan baik???Salahkah aku dengan diriku yang sekarang??? Ya, mungkin bagi sebagian besar orang akan mengatakan aku salah. Tapi apakah mereka tau seberapa besar pengorbananku selama ini hanya demi orang lain, orang yang pada kenyataannya tidak pernah menghargai apa yang aku lakukan. Bukannya aku mengharapkan imbalan ataupun balasan dari apa yang aku lakukan, tapi tidakkah bisa sedikit saja untuk menjaga hati dan perasaanku. Cuma itu... ya cuma itu yang aku mau...
Hmm... kualihkan pandanganku pada jam dinding kamarku. Oh God.. pukul 06.30!!! Kuberlari beranjak dari tempat tidurku, menyambar handuk bergegas mandi, dan bersiap-siap menghadapi rutinitas harianku yang membosankan. Selesai bersiap-siap, aku pun bergegas memanaskan sepeda motor matic yang kubeli dari hasil jerih payahku. Tanpa menunggu terlalu lama kutarik gas dengan kecepatan yang lumayan tinggi menuju jalanan yang masih lengang setelah libur panjang akhir tahun. Jangan telat.. jangan telat.. ahh itu yang aku pikirkan sepanjang perjalanan menuju kantor. Jangan sampai aku dapat surat peringatan hanya gara-gara keteledoranku ini.
Alhamdulillah... pas sekali waktunya. Setelah kuparkirkan sepeda motor, ku berlari kecil langsung menuju lapangan apel pagi. Ufftt... lega... nyaris saja telat. Kupandangi wajah-wajah rekan kerjaku yang ceria dan penuh senyuman. Ada sedikit terbersit rasa iri melihat keceriaan mereka yang seakan tiada beban menjalani hidupnya. Tapi aku??? Aaah... senyum ini benar-benar dipaksakan untuk menutupi hati yang penuh dengan tangisan. Tidak!!! Aku tidak boleh begini. Bukankah aku sudah tidak ingin menangis lagi? Aku harus semangat, optimis menjalani kehidupanku lagi. HARUS!!!
Ku duduk mematung didepan layar monitor flat 20inchi di ruang kerjaku. Hmm.. gak tau harus memulai kerja darimana, masih terbawa suasana liburan akhir tahun. Setelah 30 menit berdiam diri, akhirnya kuputuskan untuk mengerjakan hal-hal yang ringan yang tidak terlalu menguras otak untuk hari ini. Yah.. hanya sekedar merekap dokumen-dokumen bukti transaksi. Hanya dalam waktu 2 jam aku berhasil menyelesaikan rekap dokumen untuk 2 bulan. So, apa lagi??? Mau mengerjakan laporan akhir tahun juga masih belum bisa karena dokumen belum lengkap. Akhirnya aku kembali hanya bisa merenung didepan layar monitorku sambil mendengarkan mp3 lagu-lagu sendu yang sengaja aku putar.
Pikiranku kembali melayang. Memikirkan kebahagiaan bersama cintaku yang telah kembali. Aku bahagia, tapi.. ahh.. kristal bening itu kembali jatuh di pelupuk mataku. Cintaku memang kembali, tapi aku kehilangan sahabatku. Aku dilema...
Ya Allah... mengapa aku harus selalu dihadapkan pada masalah yang penuh dengan dilema seperti ini. Selalu didalam hidupku terjadi konflik batin seperti ini. Aku lelah dengan ini semua. Aku benci untuk selalu menjadi orang yang sabar. Tidakkah boleh sekali saja aku mengecap ketenangan hidup. Tidakkah boleh sekali saja aku merasakan kebahagiaan seperti yang aku inginkan. Tidakkah boleh sekali saja aku menginginkan orang mengerti diriku. Ataukah memang aku ditakdirkan untuk menjadi orang yang selalu sabar, namun penuh dengan airmata. Jika ini nantinya membawaku kepada kebahagiaan yang abadi, okelah aku ikhlas menerima semua jalan ini dengan hati yang lapang.
Selasa, 22 Desember 2009
Ya Allah...
Ya Allah... Aku rapuh...
Entah hari yang keberapa ini aku tidak tidur. Ada apa denganku? Permasalahan yang ku hadapi akhir-akhir ini benar-benar membuatku sangat terpukul. Seumur hidupku seberat apapun masalah yang ku hadapi tidak pernah aku serapuh ini.
Ya Allah... Aku lemah...
Aku seakan tidak kuasa membawa diriku ini. Ada apa denganku? Setiap aktivitas yang aku lakukan semua terbengkalai. Aku seakan tidak peduli akan tanggung jawab terhadap pekerjaanku.
Ya Allah... Aku hancur...
Aku seakan kehilangan diriku sendiri. Ada apa denganku? Aku yang dikenal selalu sabar dan ceria menghilang entah kemana. Aku menjadi seorang yang depresi dan cengeng.
Ya Allah... Aku menangis...
Entah berapa banyak sudah air mata jatuh di pipiku. Ada apa denganku? Setiap waktuku saat ini hanya penuh dengan tangisan. Aku menangis seolah keikhlasan telah hilang dari diriku.
Ya Allah... Ya Allah... Ya Allah...
Inikah ujianMu kepadaku? Ataukah ini hukumanMu kepadaku? Jika memang ini ujianMu bantulah aku agar aku dapat lulus dengan nilai terbaik. Jika ini hukumanMu bantulah aku agar dapat selalu introspeksi dan memperbaiki diri atas apa yang aku lakukan. KARENA AKU INGIN MENJADI UMATMU YANG BAIK YANG ENGKAU SAYANGI.
Entah hari yang keberapa ini aku tidak tidur. Ada apa denganku? Permasalahan yang ku hadapi akhir-akhir ini benar-benar membuatku sangat terpukul. Seumur hidupku seberat apapun masalah yang ku hadapi tidak pernah aku serapuh ini.
Ya Allah... Aku lemah...
Aku seakan tidak kuasa membawa diriku ini. Ada apa denganku? Setiap aktivitas yang aku lakukan semua terbengkalai. Aku seakan tidak peduli akan tanggung jawab terhadap pekerjaanku.
Ya Allah... Aku hancur...
Aku seakan kehilangan diriku sendiri. Ada apa denganku? Aku yang dikenal selalu sabar dan ceria menghilang entah kemana. Aku menjadi seorang yang depresi dan cengeng.
Ya Allah... Aku menangis...
Entah berapa banyak sudah air mata jatuh di pipiku. Ada apa denganku? Setiap waktuku saat ini hanya penuh dengan tangisan. Aku menangis seolah keikhlasan telah hilang dari diriku.
Ya Allah... Ya Allah... Ya Allah...
Inikah ujianMu kepadaku? Ataukah ini hukumanMu kepadaku? Jika memang ini ujianMu bantulah aku agar aku dapat lulus dengan nilai terbaik. Jika ini hukumanMu bantulah aku agar dapat selalu introspeksi dan memperbaiki diri atas apa yang aku lakukan. KARENA AKU INGIN MENJADI UMATMU YANG BAIK YANG ENGKAU SAYANGI.
Jumat, 18 Desember 2009
TENTANG WANITA
Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam.Malaikat datang dan bertanya,”Mengapa begitu lama, Tuhan?
Tuhan menjawab: “Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?. 2 Tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini ”
Malaikat itu takjub. “Hanya dengan dua tangan? ....impossible !!“ "Dan itu model standard?! Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya“.
“Oh.. Tidak, SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit SAYA”. “O yah… Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari”.
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita - ciptaan TUHAN itu. “Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?”
“Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.“
“Dia bisa berpikir?”, tanya malaikat.
Tuhan menjawab: “Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi."
Malaikat itu menyentuh dagunya.... “TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”
“Itu bukan lelah atau rapuh . . . . itu air mata”, koreksi TUHAN
“Untuk apa?”, tanya malaikat
TUHAN melanjutkan: “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan.”
“Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN” kata malaikat. “ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita - ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!"
"Ya mestii . . . !
Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki.
Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki.
Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.
Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.
Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.
Dia berkorban demi orang yang dicintainya.
Mampu berdiri melawan ketidakadilan.
Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik.
Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.
Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.
Cintanya tanpa syarat.
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.
Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa .
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.
Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.
Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka."
"Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita:
....DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA....
____________________________________
Didedikasikan untuk semua wanita....
Langganan:
Komentar (Atom)
