Selasa, 22 Desember 2009

Ya Allah...

Ya Allah... Aku rapuh...
Entah hari yang keberapa ini aku tidak tidur. Ada apa denganku? Permasalahan yang ku hadapi akhir-akhir ini benar-benar membuatku sangat terpukul. Seumur hidupku seberat apapun masalah yang ku hadapi tidak pernah aku serapuh ini.

Ya Allah... Aku lemah...
Aku seakan tidak kuasa membawa diriku ini. Ada apa denganku? Setiap aktivitas yang aku lakukan semua terbengkalai. Aku seakan tidak peduli akan tanggung jawab terhadap pekerjaanku.

Ya Allah... Aku hancur...
Aku seakan kehilangan diriku sendiri. Ada apa denganku? Aku yang dikenal selalu sabar dan ceria menghilang entah kemana. Aku menjadi seorang yang depresi dan cengeng.

Ya Allah... Aku menangis...
Entah berapa banyak sudah air mata jatuh di pipiku. Ada apa denganku? Setiap waktuku saat ini hanya penuh dengan tangisan. Aku menangis seolah keikhlasan telah hilang dari diriku.

Ya Allah... Ya Allah... Ya Allah...
Inikah ujianMu kepadaku? Ataukah ini hukumanMu kepadaku? Jika memang ini ujianMu bantulah aku agar aku dapat lulus dengan nilai terbaik. Jika ini hukumanMu bantulah aku agar dapat selalu introspeksi dan memperbaiki diri atas apa yang aku lakukan. KARENA AKU INGIN MENJADI UMATMU YANG BAIK YANG ENGKAU SAYANGI.

Jumat, 18 Desember 2009

TENTANG WANITA

Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam.

Malaikat datang dan bertanya,”Mengapa begitu lama, Tuhan?

Tuhan menjawab: “Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?. 2 Tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini ”

Malaikat itu takjub. “Hanya dengan dua tangan? ....impossible !!“ "Dan itu model standard?! Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya“.

“Oh.. Tidak, SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit SAYA”. “O yah… Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari”.

Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita - ciptaan TUHAN itu. “Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?”

“Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.“

“Dia bisa berpikir?”, tanya malaikat.

Tuhan menjawab: “Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi."

Malaikat itu menyentuh dagunya.... “TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”

“Itu bukan lelah atau rapuh . . . . itu air mata”, koreksi TUHAN

“Untuk apa?”, tanya malaikat

TUHAN melanjutkan: “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan.”

“Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN” kata malaikat. “ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita - ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!"

"Ya mestii . . . !
Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki.
Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki.
Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.
Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.
Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.
Dia berkorban demi orang yang dicintainya.
Mampu berdiri melawan ketidakadilan.
Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik.
Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.
Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.
Cintanya tanpa syarat.
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.
Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa .
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.
Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.
Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka."

"Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita:

....DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA....


____________________________________
Didedikasikan untuk semua wanita....

Senin, 14 Desember 2009

Penantian Cinta Gadis

Fajar kembali akan terbit. Tapi Gadis tetap terpaku didepan layar monitor komputernya. Entah hari yang keberapa Gadis hanya bisa terpaku dengan linangan air mata di pipinya. Gadis menanti... menanti yang dia sendiri tidak tau pasti apakah penantian itu akan membuahkan hasil, karena yang dinanti Gadis adalah cinta... cintanya yang mulai menjauh...

Gadis bimbang, ada tanda tanya besar dihatinya. Kemana cintanya? Mengapa cintanya menjauh? Apa salahnya Gadis? Tak ada yang mampu menjawab. Segala usaha Gadis untuk mencari jawaban cintanya seakan tak pernah ada hasil.

Tapi Gadis tetap sabar. Ia teringat akan kalimat yang pernah dibacanya mengenai makna cinta... "Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia, adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata -Aku turut berbahagia untukmu-".

Ditengah ketegarannya Gadis kembali menitikkan air matanya. Ada apa lagi? Gadis kembali rapuh mengingat cintanya. Ia berpikir, bukankah cinta tak harus berwujud bunga? Namun cinta perlu perhatian dan kepastian. Bagaimana mungkin dia mendapatinya jika segala usaha mencari kepastian cintanya tiada membuahkan hasil.
Gadis harus bagaimana???

Gadis mulai menghamparkan sajadahnya. Memohon kepada Rabb-nya agar ditunjukkan jalan menuju cintanya yang menjauh, cinta yang diberikannya dengan tulus, ikhlas dan sepenuh hati. Sekarang Gadis hanya pasrah, menanti kepastian status cintanya...