Senin, 04 Januari 2010

Dilema...

Oaaaahhhh.... Kubuka mata dari tidurku yang lelap, memandangi sekeliling kamarku. Tak ada yang berubah, semua sama berantakannya seperti biasa. Hmm... Dinginnya hawa pagi membuatku malas beranjak dari tempat tidurku, seakan masih ingin menikmati empuknya peraduanku ini. Ku termangu merenung sejenak akan perjalanan hidup yang aku alami. Ahh.. berharap tak ada lagi air mata dan kesedihan dalam hidupku. Yang aku pikirkan sekarang hanya bagaimana aku bahagia tanpa peduli apapun yang orang katakan. Egois!!! Ya, mungkin itulah aku yang sekarang. Seakan lelah dengan semua kesabaran yang aku miliki. Lelah mencoba mengerti perasaan orang lain. Lelah mengorbankan hati untuk kebahagiaan orang lain. Lelah untuk selalu mengalah. Lelah untuk selalu bersikap baik kepada orang lain. Lelah dan lelah. Aku juga punya hati. Apakah aku juga tidak pantas untuk diperlakukan dengan baik???

Salahkah aku dengan diriku yang sekarang??? Ya, mungkin bagi sebagian besar orang akan mengatakan aku salah. Tapi apakah mereka tau seberapa besar pengorbananku selama ini hanya demi orang lain, orang yang pada kenyataannya tidak pernah menghargai apa yang aku lakukan. Bukannya aku mengharapkan imbalan ataupun balasan dari apa yang aku lakukan, tapi tidakkah bisa sedikit saja untuk menjaga hati dan perasaanku. Cuma itu... ya cuma itu yang aku mau...

Hmm... kualihkan pandanganku pada jam dinding kamarku. Oh God.. pukul 06.30!!! Kuberlari beranjak dari tempat tidurku, menyambar handuk bergegas mandi, dan bersiap-siap menghadapi rutinitas harianku yang membosankan. Selesai bersiap-siap, aku pun bergegas memanaskan sepeda motor matic yang kubeli dari hasil jerih payahku. Tanpa menunggu terlalu lama kutarik gas dengan kecepatan yang lumayan tinggi menuju jalanan yang masih lengang setelah libur panjang akhir tahun. Jangan telat.. jangan telat.. ahh itu yang aku pikirkan sepanjang perjalanan menuju kantor. Jangan sampai aku dapat surat peringatan hanya gara-gara keteledoranku ini.

Alhamdulillah... pas sekali waktunya. Setelah kuparkirkan sepeda motor, ku berlari kecil langsung menuju lapangan apel pagi. Ufftt... lega... nyaris saja telat. Kupandangi wajah-wajah rekan kerjaku yang ceria dan penuh senyuman. Ada sedikit terbersit rasa iri melihat keceriaan mereka yang seakan tiada beban menjalani hidupnya. Tapi aku??? Aaah... senyum ini benar-benar dipaksakan untuk menutupi hati yang penuh dengan tangisan. Tidak!!! Aku tidak boleh begini. Bukankah aku sudah tidak ingin menangis lagi? Aku harus semangat, optimis menjalani kehidupanku lagi. HARUS!!!

Ku duduk mematung didepan layar monitor flat 20inchi di ruang kerjaku. Hmm.. gak tau harus memulai kerja darimana, masih terbawa suasana liburan akhir tahun. Setelah 30 menit berdiam diri, akhirnya kuputuskan untuk mengerjakan hal-hal yang ringan yang tidak terlalu menguras otak untuk hari ini. Yah.. hanya sekedar merekap dokumen-dokumen bukti transaksi. Hanya dalam waktu 2 jam aku berhasil menyelesaikan rekap dokumen untuk 2 bulan. So, apa lagi??? Mau mengerjakan laporan akhir tahun juga masih belum bisa karena dokumen belum lengkap. Akhirnya aku kembali hanya bisa merenung didepan layar monitorku sambil mendengarkan mp3 lagu-lagu sendu yang sengaja aku putar.

Pikiranku kembali melayang. Memikirkan kebahagiaan bersama cintaku yang telah kembali. Aku bahagia, tapi.. ahh.. kristal bening itu kembali jatuh di pelupuk mataku. Cintaku memang kembali, tapi aku kehilangan sahabatku. Aku dilema...

Ya Allah... mengapa aku harus selalu dihadapkan pada masalah yang penuh dengan dilema seperti ini. Selalu didalam hidupku terjadi konflik batin seperti ini. Aku lelah dengan ini semua. Aku benci untuk selalu menjadi orang yang sabar. Tidakkah boleh sekali saja aku mengecap ketenangan hidup. Tidakkah boleh sekali saja aku merasakan kebahagiaan seperti yang aku inginkan. Tidakkah boleh sekali saja aku menginginkan orang mengerti diriku. Ataukah memang aku ditakdirkan untuk menjadi orang yang selalu sabar, namun penuh dengan airmata. Jika ini nantinya membawaku kepada kebahagiaan yang abadi, okelah aku ikhlas menerima semua jalan ini dengan hati yang lapang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar